16 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Qatar Terisolasi Frame Perdamaian Dunia

...

  • portalsatu.com
  • 08 June 2017 02:00 WIB

QATAR berpotensi membantu perjuangan para teroris, bersekutu dengan ISIS dan menyebabkan keamanan dunia terganggu menjadi isu yang sedang hangat diperbincangkan Internasional saat ini. Tudingan ini pula yang kemudian memecah persatuan Muslim di Timur Tengah, yang berujung pada pemutusan hubungan diplomasi oleh negara-negara tetangga semisal Saudi Arabia, Mesir, hingga Uni Emirat Arab.

Apa gerangan yang terjadi? Apakah persepsi mendukung teroris yang disematkan kepada Qatar benar adanya?

Untuk memahami hal tersebut, ada baiknya kita pahami bersama bagaimana kedudukan negara Qatar di mata dunia secara objektif. Kita ketahui bahwa Qatar adalah negara kaya pendukung utama Ikhwanul Muslimin dunia, khususnya di Timur Tengah. Qatar menjadi negara yang bertindak independen dalam membantu dunia Islam lewat jalur diplomasi resmi. Namun, sikap Qatar seperti ini menjadi pandangan dan dipersepsikan negatif oleh dunia internasional.

Dalam kesempatan lain, kita mengetahui bahwa Qatar adalah negara yang konsisten mendukung Hamas di Palestina dengan dana tak terbatas. Negeri kecil di Teluk ini pula yang dalam kesehariannya membantu asupan nutrisi penduduk Gaza dalam suka dan duka. Akan tetapi, fakta seperti ini yang mungkin menyebabkan ada pihak yang merasa terganggu dan terancam.

Fakta lainnya yang bisa kita perhatikan bahwa Qatar adalah negara yang sangat anti-Zionis. Rasa permusuhan terhadap Zion ini pula yang diduga menyebabkan negara sekutu Israel, seperti Amerika Serikat, membangun persepsi negatif terhadap Qatar. 

Lantas siapakah sebenarnya pihak yang membangun persepsi tersebut?

Kita mengetahui bahwa Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara Super Power sangat gencar mengampanyekan perdamaian dunia. Mereka (baca: Amerika Serikat) membangun diplomasi dengan berbagai cara untuk memberantas terorisme seperti ISIS dan berbagai gangguan keamanan lainnya yang mengancam kepentingan "Paman Sam" di dunia.

Namun, terlepas dari kampanye tersebut, frame "perdamaian dunia" ala Amerika Serikat justru berdampak mengganggu kestabilan negara-neara lain, terutama hubungan baik negara-negara Teluk.

Amerika gencar membangun diplomasi dengan beberapa negara Teluk yang bertujuan untuk memisahkan ikatan persaudaraan antar negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi. Mereka (Arab Saudi) dalam tekanan. Kesalahan ini bukan terletak kepada kerajaan yang dipimpin oleh Raja Salman, tetapi kesalahan memang telah terbentuk dari raja sebelumnya yang menyebabkan diplomasi dengan Amerika tersebut menjadi sangat kuat hingga mengorbankan Qatar.

Lain halnya dengan Mesir, yang memang terang-terangan memusuhi Qatar lantaran kudeta Mursi (Presiden Mesir berlatar belakang Ikhwanul Muslim). Ini pula yang menyebabkan pemerintahan Mesir sekarang berada di bawah kontrol Amerika Serikat, dan menyebabkan negara ini rentan berseberangan dengan negara-negara muslim lainnya. 

Kekuatan Ikhwanul Muslim (IM) yang seyogyanya adalah menciptakan kedamaian dengan Islam, malah dituduh sebagai rezim yang membangun paradigma ekstrem di dunia.

Kesimpulan yang dapat dipetik dari penalaran yang telah dipaparkan tersebut adalah, Amerika Serikat dan sekutu utamanya Israel, sangat fokus untuk melemahkan negara-negara Islam. Caranya dengan memisahkan atau mengadu-domba sehingga tali persaudaraan pun putus yang berujung pada kelemahan negara Islam (terutama Timur Tengah), baik dari aspek ekonomi, politik hingga keamanan.

Wallahualam.

Penulis Farhan Zuhri Baihaqi adalah alumnus Sastra Arab UIN Ar-Raniry dan spesialisasi Postcolonialism Theory

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.