15 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Quo Vadis Ureueng Aceh di Rantau

...

  • MUDIN PASE
  • 28 April 2020 14:22 WIB

Perbatasan Aceh - Sumatera Utara @google
Perbatasan Aceh - Sumatera Utara @google

Tulisan ini muncul dari keprihatinan terhadap orang Aceh di rantau yang ditolak atau tidak bisa pulang ke Aceh di tengah pandemik virus corona. Siapa yang akan menyelamatkan mereka yang terkatung-katung di negeri orang, quo vadis (ho teuneuk ba) ureung Aceh di rantau?

Para perantau Aceh di luar Aceh kini terancam, selain tak bisa pulang, mereka juga kehilangan pekerjaan dan pendapatan di tengah wabah virus corona. Butuh perhatian pemerintah untuk menyelamatkan awak droe di negeri orang.  Jika penolakan terhadap kepulangan mereka terus dilakukan, maka ini bahaya besar.

Di kota Medan, Sumatera Utara saja jumlah perantau asal Aceh sangat ramai. Apa lagi sampai menumpuk dari daerah lain. Sementara di Medan, pembagian bantuan kacau balau. Jangankan buat KTP bukan Medan, yang KTP Medan saja banyak yang tak kebagian.

Melalui tulisan ini saya menghimbau Pemerintah Aceh, Bupati,Walikota dan DPRA/DPRK mengambil langkah. Membuat semacam aturan tegas dan melakukan kordinasi dengan Pemerintah Sumatera Utara agar diizinkan mereka kembali ke Aceh.

Pertama menyiapkan fasilitas isolasi di gampong. Misalnya gedung sekolah atau fasilitas lain yang sedang tidak digunakan. Mereka yang kembali ke Aceh diisolasi di sana, diberi makan bergizi dan vitamin, dipantau oleh aparat keamanan, serta dikontrol kesehatannya oleh petugas medis.

Di semua pintu masuk Aceh, mereka didata dengan detail secara online, kemudian  dilaporkan ke kecamatan masing masing. Saat sampai mereka langsung dibawa ke tempat isolasi. Saat didata di pintu masuk Aceh mereka diwajibkan menandatangani surat kesediaan diisolasi. Jika tidak mau tidak dibolehkan masuk Aceh.

Keluarga mereka di gampong juga wajib melaporkan anggota keluarganya yang akan kembali, termasuk kapan akan sampai di gampong, sehingga bisa disiapkan ruang isolasi dan jadupnya.

Dengan cara seperti itu mereka bisa diizinkan pulang. Sebab sekarang umumnya mereka tidak punya penghasilan di rantau, mereka bisa kelaparan atau jadi kriminal di negeri orang. Mereka butuh empati kita semua.

Semoga para pemimpin di Aceh terketuk pintu hatinya untuk mengupayakan mereka kembali ke kampung halaman dengan prosedur seaman mungkin. Kalau tidak, ho teuneukba masyarakat Aceh di rantau orang?[**]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.