01 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Relevansi Keilmuan Dayah

...

  • portalsatu.com
  • 09 August 2020 21:00 WIB

@Istimewa
@Istimewa

 

Oleh: Taufik Sentana*

 

Kata  orang bijak, khitmad terbaik bagi kehidupan individu dan sosial adalah pendidikan. Lewat pendidikan, sistem sosial dapat mentransformasi nilai nilainya menjadi perbaikan kehidupan.

Individu dan lingkungannya selalu saling tarik dan memengaruhi. Unsur alamiyah, daya personal, realitas yang tampak di luar kita dan apa yang kita yakini dari semua itu menjadi dialektika pendidikan secara umum.

Dayah (Aceh) atau sebutan pesantren secara nasional, telah menjadi lembaga/pranata dari sistem sosial kita. Dayah dengan kekhasannya dan usaha memodernisasi bagiañ tertentu darinya, semakin mengokohkan peran kehidupan dayah dalam membentuk persiapan kehidupan sosial penghuninya (utama para santri).

Yang kita kenang dari kehidupan dayah adalah sistem nilainya yang relatif bertahan dalam menyiasati gelombang zaman. Baik itu dayah klasik atau modern, keduanya dengan sistem nilai (materi, program, norma dsb) yang dinamis, mungkin sebagian kecil dogmatis dan otoritatif (bukan otoriter).

Kedua nilai tersebut membentuk ikatan ruhiyah dan emosional tersendiri, selain ikatan keilmuan dan validitasnya. Nilai tadi menjadi atmosfir dan "udara" yang dihirup oleh penghuni dayah, lalu menjadi "hutang" sejarah yang tak bisa dibayar, KECUALI  berkhitmad dengan apa yang telah dicapai (diterima) sebelumnya.

Secara falsafi, pendidikan dayah menanamkan nilai dasar keislaman secara lewat pemahanan teks,  praktik amal, ibadah dan pembiasaan. Sedang secara praktis, pendidikan dayah menyiapkan santrinya agar menjadi faqih, alim atau terampil. Dalam kaitan ini, menjadi da' i sebagai peran alternatif berdasarkan kapasitas masing masing. Dengan bidang apapun yang digeluti, seorang santri mesti merefleksikan dakwah ilallah.

Untuk itu sangat perlu bagi seorang santri dan juga orangtua untuk memahami konteks belajar di dayah dan relevansinya dengan kehidupan pribadi dan sosialnya. Setidaknya ia bisa memilih menjadi faqih, sekadar alim atau memiliki kecakapan hidup dengan dasar keislaman yang tepat.[]

*Alumni kelima Darul Arafah,1996

Mengabdi di dayah Misbahul ulum, Lhokseumawe, 97-2003.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.