29 September 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Remaja Aceh dan Budaya Asing

...

  • PORTALSATU
  • 09 June 2017 15:00 WIB

Ilustrasi @okezone.com
Ilustrasi @okezone.com

Dewasa ini, kecanggihan teknologi tidak bisa lepas dari kehidupan dan menjadi candu bagi manusia, menerpa siapa pun tanpa memandang golongan dan usia.

*oleh Rahma Syahira

Pengaruh budaya asing adalah topik yang tidak pernah luput dari pemberitaan. Ini karena seiring berjalannya waktu, pengaruh budaya asing semakin terlihat di berbagai tempat dan kegiatan. Biasanya, pengaruh budaya asing selalu dikaitkan dengan hal-hal negatif yang berdampak buruk pada moral remaja saat ini.

Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak terlepas dari pengaruh budaya asing tersebut. Tidak hanya ibukota, tetapi juga seluruh pelosok Indonesia. Pengaruh budaya asing bukan hanya tentang pudarnya pengetahuan remaja tentang budaya Indonesia, melainkan juga hilangnya moral anak bangsa dan perilaku yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Dewasa ini, kecanggihan teknologi tidak bisa lepas dari kehidupan dan menjadi candu bagi manusia, menerpa siapa pun tanpa memandang golongan dan usia. Salah satu contohnya adalah remaja yang selalu tidak ingin ketinggalan dengan kecanggihan teknologi masa kini.

Kecanggihan teknologi memudahkan para remaja mengakses informasi-informasi tentang budaya asing ataupun hal-hal yang berkaitan dengan dunia luar. Salah satunya adalah gaya berbusana. Gaya berbusana yang dianggap keren dan “kekinian” menjadi menarik bagi para remaja sehingga mereka meniru dan mengikuti tren berbusana budaya asing/dunia luar tersebut.

Mengapa budaya asing sangat mudah ditiru oleh remaja? Dalam teori sosial Albert Bandura, dikatakan bahwa seseorang akan mencontoh perilaku dari observasi, peniruan, dan pemodelan. Remaja melakukan observasi terhadap hal-hal yang mereka lihat keren, lalu mereka meniru apa yang mereka lihat. Ditambah jika mereka mendapat reward dalam bentuk pujian oleh orang sekitar tentang hal-hal yang mereka lakukan, hal itu akan terus dikembangkan oleh mereka.

Aceh adalah salah satu daerah di Indonesia yang menetapkan syariat Islam sebagai peraturan daerahnya. Di antara aturan itu misalnya, perempuan diwajibkan menutup aurat dan banyaknya peraturan yang tidak memberi celah kepada masyarakat agar tidak melupakan budaya mereka sendiri dan tidak terpengaruh gaya berbusana yang kebarat-baratan dan menampakkan aurat.

Namun, dewasa ini kecanggihan teknologi memegang peranan penting, remaja Aceh juga mulai terpengaruh budaya asing, semakin kurangnya pengetahuan tentang budaya sendiri, bahkan ada yang menganggap budayanya sendiri adalah budaya yang norak dan ketinggalan zaman.

Banyaknya remaja Aceh yang juga kehilangan sopan santun terhadap orang yang lebih tua, dan gaya berbusana remaja Aceh sendiri juga terpengaruh oleh budaya asing. Namun, karena adanya peraturan daerah yang mewajibkan perempuan Aceh untuk menutup aurat sebagaimana perempuan muslim, remaja Aceh mengombinasikan gaya berbusananya dengan hijab sehingga 2 point yang diinginkan tercapai.[]

*Rahma Syahira adalah mahasiswa Psikologi Univ. Syiah Kuala.

Editor: SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.