10 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sisi Lain Pengungsi Rohingya

...

  • portalsatu.com
  • 27 June 2020 16:00 WIB

Pengungsi Rohingya diselamatkan nelayan Aceh di perairan Seunudon [Foto: IST]
Pengungsi Rohingya diselamatkan nelayan Aceh di perairan Seunudon [Foto: IST]

Oleh: Taufik Sentana*

Ini hanya catatan reflektif pribadi saja. Bukan catatan analitis, bukan pula laporan investigatif. Namun ini menjadi penting sebagai catatan bersama dalam menangani kasus "pengungsi" Rohingya. Apalagi dalam pekan ini berita tentangnya muncul kembali di Aceh.

Ada banyak alasan untuk membantu mereka, baik dari segi keyakinan agama, rasa sosial atau kemanusiaan dan HAM.

Untuk cacatan ini penulis angkat dari kasus penanganan dan usaha pemda Bireuen dalam membantu pengungsi Rohingya yang diterima sejak dua tahun lalu. ini penulis gali secara bebas dari salah seorang relawan LSM Nasional, yang terlibat dalam solidaritas di atas. Disebutkan ada sekitar 200 orang yang ditampung di Mess sekitar kompleks BTN lama Bireuen.

Pertama, sisi baiknya. Mereka dianggap seperti saudara sendiri, saudara seagama dan seiman. Mereka juga dilibatkan dalam ritus ibadah seperti shalat berjamaah. Ada bantuan rutin untuk mereka dari Pemda dan relawan lainnya atau dari dermawan. Sejak ketibaan mereka, semua kebutuhan segera dipenuhi, bahkan sampai membersihkan rambut mereka yang berbulan bulan tak diurus, kotor dan bau karena mereka lama di terombang ambing di laut.

Sisi buruknya, kita mungkin tidak menetapkan tujuan jangka panjang bersama mereka. Sehingga menyebabkan beberapa dampak psikologis seperti hamil di luar nikah, pekerjaan untuk mereka, dorongan untuk melarikan diri atau pertengkaran sesama mereka.

Pada sisi ini, ada varibel yang selalu menyertai, yaitu adanya " agen " dari luar, termasuk keluarga mereka yang mengajak mereka keluar dari Aceh (mess sementara).  Mereka mulai terhubung dengan agen dan keluarga ini disebabkan adanya jaringan ilegal dengan pengelola di pihak pemda, sehingga mereka punya akses untuk menerima transfer dana dan membeli HP, begitu seterusnya (sebagian HP ada yang disita), juga membeli pakaian, rokok. Beberapa baju dan kain sumbangan ada yang mereka jual atau tukar dengan rokok.


Apa yang terjadi kemudian adalah, mereka secara bertahap "melarikan diri" secara berkelompok, sekitar lima orang, dengan via jemputan atau semacamnya untuk dibawa ke.Medan khususnya, lalu dibawa ke Malaysia. Diantaranya oleh keluarga dan atau lewat "agen". Dari kisah mereka, ada yang selamat sampai ke Kuala Lumpur, Johor dan lainnya. Yang tak selamat masih "pelarian" di 
Medan, atau.berada dalam pengungsian.

Inilah sisi lain dari cerita usaha membantu merela lewat upaya pemda dan LSM terkait, yang masih memerlukan pola efektif untuk jangka panjang bagi cita dan mimpi mereka. Ini yang perlu kita telusuri, agar bantuan kita tidak sia-sia dan mereka bisa menjadi dirinya yang utuh.[]

*Peminat kajian sosial budaya.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.