17 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tetap Waras di Musim Politik

...

  • portalsatu.com
  • 11 April 2019 12:00 WIB


Oleh Taufik Sentana

Energi sosial kita selama ini, setidaknya dari dua tahun ke belakang, telah dikuras oleh kesibukan dan kebisingan politik. Semua persepsi dan sorotan publik mengarah pada isu pemilihan umum. Terutama riuhnya gelombang  pilpres, yang merepresentasikan kepemimpinan nasional. Bahkan, seakan-akan pilpres adalah segalanya, dibanding keterwakilan masyarakat di DPR.
Ketika energi sosial tadi begitu tampak terkuras lewat media TV dan media sosial, lalu menjadi bagian percakapan dan perdebatan keseharian, maka sangat dimungkinkan bahwa hal tersebut berdampak pula pada tingkat kewarasan kita. Kewarasan yang meliputi, kesadaran, kendali diri dan tetap mengedepankan nilai-nilai normatif.

Dalam menyikapi tingkat kewarasan ini dan upaya mempertahankan sikap waras, yang paling utama kita tentu akan berkaca pada elite politik (sebenarnya saya tidak suka kata ini) di jenjang yang tinggi. Sebab, lewat performa sikap merekalah kita dapat menilai seberapa waras mereka dalam memandang diri mereka sendiri dan problematika sosial kita. Apalagi bila menggunakan ruang kampanye terbuka, tentu semakin terasa bagi kita bagaimana beratnya mempertahankan kewarasan dalam kerumunan massa  sambil terus berorasi dan ngomong sana-sini. 

Disamping itu, kita juga membutuhkan kepemimpinan ulama-para asatiz yang benar-benar dapat menyejukkan suasana. Dengan tetap mengedepankan kata-kata yang santun, tanpa menghujat dan menghina, sambil memberikan arahan yang pantas berdasarkan realitas dan tetap berpegang pada tali ukhuwah agar kesatuan ummat dan persaudaraan NKRI tetap wujud.

Di bagian akhir catatan ini, sebagai masyarakat umum, kita hanya bisa berusaha menahan diri, menahan ucapan, menahan "jempol" kita untuk berhati-hati dalam  merespon dan menyuarakan dukungan pada calon tertentu. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi perselisihan yang berujung pada permusuhan dan kriminalitas.

Semoga kita dapat mewujudkan Indonesia yang lebih baik.[]


*Peminat kajian sosial budaya. Menetap di Meulaboh, Aceh Barat.

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.