19 January 2021

Kabar Aceh Untuk Dunia

Opini
Ucapan Bismillah dari Monas untuk Simeulue Satu

...

  • Juli Amin
  • 21 August 2020 14:36 WIB

AKBP Mohammad Nasrun Mikaris saat diwawancari sejumlah wartawan pada sebuah acara di Jakarta. Foto: kompas.com
AKBP Mohammad Nasrun Mikaris saat diwawancari sejumlah wartawan pada sebuah acara di Jakarta. Foto: kompas.com

NAMANYA Mohammad Nasrun Mikaris, perwira berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), kini dikenal dengan sebutan (Monas). Putra Simeulue yang menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan itu akan kembali ke negeri Ate Fulawan sebagai salah satu bakal calon kepala daerah.

Kepastian akan pulang ke Simeulue saya tahu dari penuturan Monas sendiri. Bermula kisah pada pagi kemarin sekitar pukul 10.00 WIB, telepon selular saya bordering, sebuah nomor tanpa nama muncul di layar, “Ati kabar, au posisi?” terdengar suara dari seberang menyapa dalam bahasa Simeulue Barat yang artinya, apa kabar, di mana posisi?

Saya agak hemat bicara, mencoba mencari tahu siapa gerangan. Sempat muncul dugaan, kalau yang menghubungi saya itu mereka yang mempersoalkan tulisan saya sehari sebelumnya tentang: AKBP Nasrun Mikaris, Pulanglah!  Pikiran semacam itu muncul sebab beberapa jam setelah tulisan itu tayang, banyak yang menghubungi saya, ada yang pro, ada pula yang kontra.

BACA: akbp-nasrun-mikaris-pulanglah

Dugaan saya ternyata salah, pria di seberang sana kembali berkata, “Na e yutu, andung, yu momutulis e,” artinya: Ini saya Abang, orang yang kamu tulis itu. Saya lega dan tak menyangka Monas akan langsung menghubungi saya. Untuk mencairkan suasana, saya tanya kabar beliau, yang dijawab “sehat wal ‘afiat

Seakan mengetahui ke mana arah pembicaraan, sebelum saya bertanya perihal kepulangannya ke Simeulue pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti, Monas menegaskan kepada saya. “Bismillah akhi e, menyahuti harapan masyarakat Simeulue man yu momutulis e, mudah-mudahan ladukung penuh masyarakat dan Allah mengabulkan; bismillah dik,” katanya, saya hanya menjawab “Alhamdulillah.”

Penegasan dari Monas itu membuat naluri jurnalis saya muncul. Pertanyaan demi pertanyaan pun mengemuka. Seperti bagaimana kesiapannya menghadapi Pilkada nanti, pandangannya terhadap Simeulue hari ini dan programnya memoles Simeulue agar lebih "seksi" jika terpilih nantinya.

Monas menjawabnya tegas; tim kerjanya sudah terbentuk sebagian, yang kurang akan ditambah lagi, yang belum pas akan diperbaiki. "InsyaAllah sudah dan sedang kita bentuk. Dukungan masyarakat adalah yang paling utama. Soal pandangan dan program menyusul, sekarang saya harus jalan dulu, lagi ada sedikit kegiatan," katanya.

Kesiapan seorang bakal calon baru lumrah menjadi pertanyaan pembuka. Pasalnya, lawan "kuat" ada di depan mata. Pengalaman pada Pilkada sebelumnya, mereka yang masih menjabat akan kembali maju sebagai petahana (incumbent). Bakal calon yang baru muncul tentu harus memikirkan transformasi politik jitu untuk bersaing dengan mereka yang sudah pernah menjabat.

Kabarnya, Pilkada Simeulue mendatang, bupati dan wakil akan sama-sama maju merebut kursi Simeulue satu. Tim kerja mereka sejak tahun 2019 lalu mulai bergerak bahkan door to door meyakinkan masyarakat setempat untuk memilih mereka.

Petahana, menurut saya, tentu lebih beruntung. Massa mereka sudah terbentuk. Basis wilayah pemilih sudah terpetakan. Kinerja mereka untuk Simeulue juga sudah terbukti dan dirasakan masyarakat.

Sebagai calon baru, Monas harus lebih jeli agar tidak terjebak sekedar menjadi calon pemecah suara dalam pesta demokrasi lima tahunan itu, sebab, politik terkadang dapat mengecoh lawan. Ibarat sebuah pepatah minang: tembak lawik, kanai darek (tembak laut, kena darat); lain yang diinginkan lain pula yang terjadi.

Namun demikian, sebagai seorang perwira polisi di wilayah ibu kota yang selalu dekat dengan para "suhu politik", saya yakin, spirit serta peta perpolitikan sudah tergambar apik, sehingga tidak canggung lagi ketika menyelam langsung dalam dunia politik itu sendiri. Bismillah.[]

*Juli Amin, warga Simeulue berdomisili di Banda Aceh

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2021 All Rights Reserved.