29 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Waspada Demam Janda Bolong

...

  • portalsatu.com
  • 26 September 2020 12:00 WIB

Tanaman variegata. @istagram @nyonyadestira
Tanaman variegata. @istagram @nyonyadestira

 

__Mengikuti trend hobi secara normatif tentunya sah saja, dengan maksud  menghibur jiwa dan  rekreasi mata, asalkan tetap waspada__

Oleh: Taufik Sentana*


Ini adalah kali pertama penulis mengulas perihal janda. Bukan janda biasa. Janda bolong, tenis tanaman hias dari golongan monstera dengan khas berbolong bolong unik di daunnya.

Belum lagi perkara Corona menjauh, kini pencinta tanaman hias sedang mengidap gejala demam janda bolong. Memang ada yang  berpendapat bahwa hobi tanaman ini bisa " melupakan" tekanan kita terhadap Corona. 

Tanaman ini setidaknya mulai diminati sejak enam bulan lalu, saat merebaknya pandemi di negara kita. Menurut yang dirilis CNN Indonesia, harganya kini melonjak sampai ratusan juta, selembar daunnya saja bisa Rp 15 juta. Hal ini dikarenakan tingkat penawaran yang tinggi sedang pasokan menipis (jadi teringat istilah "bisnis monyet").

Dari beberapa cuitan bebas di medsos, di beberapa tempat, janda bolong ini dibiar bebas dan banyak dimakan kambing. Banyak pula netizen yang mengingatkan tentang periode musiman lainnya seperti gelombang cinta, ikan arwan dan louhan serta lainnya, bahwa pada waktunya janda bolong akan jadi cerita, demamnya akan hilang oleh kecenderungan "pasar" selanjutnya.

Dari kelompok masyarakat, lazim kita ketahui bahwa perkara hobi tertentu ini, gaya khas menengah ke atas (agaknya perilaku mereka yang membentuk pasarnya). Dengan maksud bahwa trend janda bolong ini  mewakili gengsi, obesesi, emosi dan "bahan dialog".

Walau pada realitasnya, demam janda bolong dan jenis tanaman hias lainnya akan menjangkau khalayak umum dengan logikanya sendiri sesuai persepsi dan nalar si individu. Belakangan, sering kita dengar ada saja yang kehilangan tanaman hiasnya di pekarangan rumah.

Ulasan ini menjadi perlu penulis angkat karena, kita selalu dituntut untuk  mengambil i'tibar dari setiap peristiwa. Mempelajari gejala, motif motif dan orientasi perilaku kita. Sehingga kita, khususnya pencinta tanaman hias, tidak semata terjebak dalam  trend kemubaziran. 

Mengikuti trend hobi secara normatif tentunya sah saja, dengan maksud  menghibur jiwa dan  rekreasi mata, asalkan tetap waspada dan selalu mengambil makna dan menimbangnya dengan keperluan lain.[]

*Peminat budaya urban. Penyuka tanaman.Menetap di Aceh Barat

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.