18 February 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sejarah Lampu Sein, Dulu Pakai Lonceng

...

  • PORTALSATU
  • 25 November 2018 15:00 WIB

Ilustrasi lampu sein di Ducati Scrambler baru bisa mati secara otomatis. Foto: topspeed
Ilustrasi lampu sein di Ducati Scrambler baru bisa mati secara otomatis. Foto: topspeed

Anda tentu tahu lampu sign alias lampu sein. Ya, lampu sein adalah komponen penting saat berkendara sebab berfungsi memberi tahu pengguna jalan lain kalau kamu akan berbelok.

Sayangnya masih banyak yang menyepelekan fungsi lampu sein, dari asal belok saja tanpa menyalakan lampu sein, atau paling parah lampu sein kiri tapi beloknya ke kanan, hehehe....

Jujur saja, penulis sendiri saat naik motor sudah belok pakai lampu sein kadang masih suka kasih kode lambaian tangan karena banyak juga pengguna jalan yang suka tidak awas dalam melihat lampu sein.

Sebelum semua itu terjadi, apa kalian tahu bagaimana sejarah lampu sein?

Ternyata, pada peralihan abad ke-18, mobil berbahan bakar bensin sudah banyak karena dinilai lebih cepat dari tenaga kuda.

Namun meski bergerak lebih cepat dan efisien, penggunaan mobil sering menimbulkan kecelakaan. Kecelakaan yang sering terjadi adalah tabrakan pada saat di tikungan.

Mulai dari tahun 1920-an beberapa produsen kendaraan di Jerman mulai menciptakan lonceng dan peluit uap. Lonceng tersebut dipasangkan pada kendaraan produksi mereka dan berfungsi sebagai tanda untuk berbelok.

Jika lonceng berbunyi sekali, tandanya mobil akan berbelok ke kanan. Jika lonceng berbunyi dua kali, berarti mobil akan berbelok ke kiri.

Namun ternyata, penggunaan lonceng sebagai tanda belok ini pun tidak efektif karena ramainya aktivitas lalu lintas.

Bunyi lonceng justru membingungkan pengguna mobil lainnya karena bersahut sahutan. Oleh karena itu, bunyi lonceng menjadi tidak jelas.

Maka dari itu pada tahun 1930-an dibuatlah sebuah alat indikator berupa lampu tambahan kanan-kiri yang dipasang di bagian depan dan belakang mobil.

Pengguna kendaraan hanya perlu menekan tombol kontak yang telah tersambung dengan lampu indikator.

Alat inilah yang dinamakan lampu sein dan masih digunakan hingga saat ini pada mobil dan kendaraan lainnya.

Kata sein sendiri diserap oleh masyarakat Indonesia dari bahasa Inggris, sign yang berarti tanda.

Jadi, begitu ceritanya. Jangan lupa pakai lampu sein ya kalau mau belok!

Penulis: Ditta Aditya Pratama.[]Sumber: gridoto.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.