18 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


AKBP Ian Rizkian Milyardin, dari BKO Brimob Hingga Kapolres Aceh Utara

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 22 November 2018 15:00 WIB

AKBP Ian Rizkian Milyardin. Foto: dok. portalsatu.com/Cut Islamanda
AKBP Ian Rizkian Milyardin. Foto: dok. portalsatu.com/Cut Islamanda

Di Lhokseumawe dan Aceh Utara, nama AKBP Ian Rizkian Milyardin mungkin tidak asing lagi. Ia mulai dikenal sejak menjabat Komandan Kompi (Danki) Brimob, Jeulikat, Lhokseumawe, pada November 2006 sampai Maret 2011. Dan, akhirnya Ian Rizkian menjadi Kapolres Aceh Utara sejak Maret 2018.

Jauh sebelum memangku jabatan Kapolres Aceh Utara, Ian Rizkian pernah mendapat tugas di Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob di Aceh Tenggara pada tahun 2002. Ia termasuk salah satu anggota BKO yang ikut melakukan pengamanan saat peresmian pemekaran Kabupaten Aceh Tenggara dan Gayo Lues.

Selama bertugas di Aceh, sejak masih di Brimob sampai menjadi Kapolres Aceh Utara, pria kelahiran Malang, Januari 1977 silam itu tampak akrab dengan masyarakat.

Lalu, bagaimana kisah Ian Rizkian menjadi seorang polisi?

“Saya masuk AKABRI tahun 1995 karena diajak teman sebangku di SMA. Waktu itu kami mendaftar bertiga, satu gugur di daerah, satu gugur di tingkat pusat dan hanya saya yang masuk sampai pendidikan,” ujar AKBP Ian Rizkian saat ditemui portalsatu.com di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Ian lulus AKABRI membuat orangtuanya sangat bangga dan bahagia kala itu. “Ayah saya dulunya operator alat berat. Saya anak sulung dari tiga bersaudara. Orangtua sangat bangga ketika saya lulus AKABRI, mengingat kehidupan ekonomi kami cukup terbatas. Apabila saya kuliah, mungkin orangtua tidak sanggup membiayai. Saat lulus rasanya tidak bisa diungkapkan bagaimana bahagianya,” ungkapnya.

Selain orangtuanya, keluarga besarnya turut senang, termasuk kakek Ian yang merupakan pensiunan Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL)--kini berganti nama menjadi Marinir.

Ian memiliki hobi berenang dan bersepeda. Bahkan, semasa SMA, ia sempat menabung agar bisa membeli sepeda sendiri. Belakangan, karena wilayah tugasnya di Aceh Utara, ada yang medan sulit, Ian mulai akrab dengan motor trail.

“Belakangan mulai dengan trail juga, namun itu sebetulnya bukan hobi. Ada beberapa wilayah di Aceh Utara yang memang hanya dapat dijangkau dengan motor trail, seperti Sarah Raja dan makam Cut Meutia. Intinya memakai trail untuk kebutuhan dinas karena medannya sulit. Kebetulan dari Polri juga ada motor trail dinas yang memang diberikan untuk wilayah-wilayah medan sulit,” ucap Ian.

Selain itu, Ian juga memiliki hobi menembak. Lantaran Polres Aceh Utara tidak memiliki lapangan tembak, ia menyalurkan hobi tersebut di Kompi Brimob, Jeulikat. Untuk mengefisienkan waktu dan melepaskan rasa kangen menembak, Ian membuat lapangan kecil di depan rumah dinas yang ia ditempati dengan penggunaan air pistol.

“Soal nama (Ian Rizkian Milyardin), itu pemberian orangtua. Mungkin orangtua saya berharap dengan nama yang diberikan itu kelak akan mendapatkan rezeki yang banyak. Nah, saat ini rezeki saya sudah sangat banyak, tapi ini jangan diasumsikan bentuk materi saja, bahkan kesehatan dan anak juga rezeki,” tutur Ian yang kini memiliki dua anak, putri dan putra.

Perjalanan karier

Setelah lulus pendidikan AKABRI pada Desember 1998, Ian mendapat penempatan tugas pertama Satuan Brimob Bali pada Juli 1999. November 2001 dimutasi satu kompi ke Riau dan Sulawesi Tengah, dan Ian ditempatkan di Polda Riau. Setelah menjadi Danki, Ian kemudian mendapat penugasan BKO ke Aceh Tenggara 2002.

Tahun 2003, Ian melepas masa lajang. Setahun kemudian (2004), masuk PTIK. Selepas PTIK, Desember 2005, ia mendapat penugasan kembali ke Aceh di Satuan Brimob, Lingke, Banda Aceh. Saat itu Lingke masih dalam kondisi porak-poranda setelah dihantam tsunami pada Desember 2004.

Pada November 2006, Ian menjadi Danki Brimob, Jeulikat, Lhokseumawe hingga Maret 2011. Kemudian dimutasi menjadi Waka Polres Nagan Raya. Pada September 2013 ditugaskan ke Propam Polda Aceh, dan 2015 masuk Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) setelah tes empat kali.

Setelah genap setahun menjalani dinas di Sespim, akhirnya Ian ditugaskan sebagai Kapolres Aceh Singkil, hingga akhirnya dimutasi menjadi Kapolres Aceh Utara pada Maret 2018 sampai saat ini.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.