27 May 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


AKBP Untung Sangaji: Jadi Polisi Itu Hobi, Bukan Cita-cita

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 23 December 2016 18:30 WIB

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji. @Cut Islamanda
Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji. @Cut Islamanda

LHOKSUKON - Di balik keberaniannya berjibaku dengan kelompok teroris di kawasan Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016 lalu, siapa sangka, AKBP Ir. Ahmad Untung Surianata atau yang lebih dikenal dengan Untung Sangaji, memiliki jiwa seni yang cukup tinggi.

Ia hobi melukis, menulis dan membaca puisi, serta memiliki beberapa keahlian dalam membuat kerajinan tangan. Salah satunya mengolah tanah liat menjadi cangkir keramik. Tak hanya itu, Untung Sangaji juga sempat menjadi guru di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB), menjadi guru selam bagi anggota polisi dan juga menyukai motor gede (moge).

"Tekstur tanah liat di sini cukup bagus. Saya coba membuat cangkir dari tanah liat hasil galian kolam di Polres, dan ternyata kualitasnya sangat baik. Jika itu dimanfaatkan, bisa menjadi lahan pekerjaan atau penghasilan. Hanya saja, di sini tidak ada alat pengolahan tanah liat untuk dijadikan keramik indah dengan nilai jual tinggi," kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji, saat ditemui portalsatu.com di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Dengan gaya bicara tegas, lugas dan santai, ia mengaku sudah menekuni seni lukis sejak usia remaja. Tak tanggung-tanggung, Untung bahkan sempat meraih juara tingkat nasional di era 1970-an. Beberapa tahun lalu, ia juga sempat membacakan puisi karyanya dalam pertemuan 200 penyair dari berbagai negara.

Berbekal sebuah pulpen dan selembar kertas putih, ayah dua anak itu menunjukkan keahlian melukisnya. Dalam waktu 1 menit 27 detik, sebuah pohon berhasil diselesaikan. Ia menggunakan tinta pulpen yang dicoret di ujung jari tangannya, lalu diaplikasi di atas kertas. Awalnya hanya menyerupai awan, namun ternyata itu sebuah pohon cemara.

"Saya hobi menyelam dan juga melatih siswa untuk menyelam. Salah satu siswa termuda adalah anak saya. Siswa saya yang lainnya juga ada di sini, Waka Polres Kompol Suwalto," ujarnya, yang mendapat anggukan dari Kompol Suwalto. "Ya, saya salah satu siswa selam bapak (Untung Sangaji)," ucapnya singkat.

AKBP Untung Sangaji sempat memperoleh sejumlah penghargaan atas keberanian dan keberhasilannya dalam menjalankan tugas. Dia juga sempat mendapat hadiah sebuah helikopter dari salah satu radio. 

Kapolres Aceh Utara ini juga pernah menjalankan misi di Selat Malaka, terkait penculikan Toke Burhan asal Aceh belasan tahun silam.

Beberapa bulan lalu, ia juga mendapat penghargaan pin emas atas penanganan aksi teroris di kawasan Thamrin, serta sejumlah penghargaan lainnya, baik dari dalam ataupun luar negeri.

"Saya sempat memperoleh penghargaan dari Menteri Pertahanan Singapura. Selain itu, selama tiga tahun saya digratiskan dari biaya penginapan atau perjalanan ke Singapura, kecuali biaya makan," ucapnya sambil tertawa.

Untung Sangaji lahir dan dibesarkan di Kabupaten Seram Bagian Barat. Ia juga menekuni bela diri sejak usia remaja. Ia mendapat tugas pertama di Polair Mabes Polri, Jakarta. Atas beberapa keahlian yang dimiliki, Untung sempat ditarik ke Brimob. Ia juga pernah bertugas di tim khusus nasional (sebelum Densus 88).

"Menjadi polisi itu hobi saya, bukan cita-cita. Kita harus mempergunakan setiap keahlian yang kita miliki agar berguna bagi orang lain. Kita harus berlomba menjadi pemuda terbaik Indonesia. Kita tidak minta apa-apa, tapi harus menjadi apa-apa. Kita tidak ada apa-apa, tapi harus jadi apa-apa," pungkas AKBP Untung Sangaji. []

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.