19 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Hillary, Anggota DPR Termuda yang Pernah Tolak Tawaran Kerja di Bank Dunia 

...

  • Intisari Online
  • 01 October 2019 20:00 WIB

Hillary Brigitta Lasut ((hillarylasut.com))
Hillary Brigitta Lasut ((hillarylasut.com))

Anggota DPR RI periode 2019-2024 telah dikukuhkan, Selasa, 1 Oktober 2019. Dari 575 anggota yang dilantik hari ini diketahui ada tiga anggota DPR termuda. Salah satunya Hillary Brigitta Lasut dari Partai Nasdem.

Gadis kelahiran Manado 22 Mei 1996 ini pertama kali akan menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan Sulawesi Utara dengan memperoleh suara sebanyak 70.345 di Pemilu 2019 lalu.

Hillary lahir dari keluarga yang berkecimpung di dunia politik. Diketahui ayahnya, Elly Engelbert Lasut adalah Bupati Kepulauan Talaud terpilih periode 2019-2024. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Bupati Talaud dua periode pada 2004-2009 dan 2009-2012.

Elly Lasut ternyata pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2010. Ia dituntut sembilan tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi surat perintah perjalanan dinas fiktif senilai Rp 9,8 miliar oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Elly Lasut ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Februari 2010 disusul keterangan saksi dan bukti surat-surat dari setiap perjalanan dinas Bupati dan keluarganya pada APBD 2006 hingga 2008.

Hal tersebut dijelaskan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut, I Ketut Parwata Kusuma di Manado. ”Penetapan tersangka dilakukan setelah kami berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung."

"Surat izin pemeriksaan telah diajukan kepada Presiden dan telah diterima Sekretariat Negara pada 2 Februari (2010) lalu,” kata Parwata.

Hal yang dinilai janggal adalah penggunaan surat perintah perjalanan dinas (SPPD), Elly Lasut menggunakan dana APBD untuk menghadiri kegiatan yang bersifat pribadu seperti menghadiri pesta pernikahan dan sejumlah syukuran. ”Setiap menghadiri acara pernikahan, Elly Lasut mengambil uang negara Rp 7 juta hingga Rp 10 juta,” ujar Parwata.

Tak hanya itu, saat melakukan perjalanan dinas ke Jakarta, Elly Lasut diduga menghabiskan uang negara Rp 40 juta hingga Rp 50 juta sekali jalan. Hal ini jauh lebih besar daripada anggaran perjalanan dinas yang ditetapkan dalam peraturan daerah dan pemerintah yang sebesar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

Kemudian, Jaksa penuntut Benny Ratag pada sidang Pengadilan Negeri Manado meminta majelis hakim memutuskan dan menetapkan Elly Lasut secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada 17 Desember 2010 silam.

Elly Lasut dibebaskan pada tahun 2014 dan kemudian kembali terpilih menjadi Bupati Talaud periode 2019-2024. Sementara ibu Hillary, Telly Tjanggulung adalah Bupati Minahasa Tenggara pada masa jabatan 2008-2013.

Memiliki orang tua yang aktif di bidang politik membuat Hillary mengikuti jejak tersebut.

Hillary aktif di berbagai organisasi sejak masih sekolah. Saat masih berusia 14 tahun, Hillary pernah menjadi peserta Bunaken Teen Idol (2009), Leadership Booth Camp Excelent Leader (2009), dan Miss Manado International School (2009).

Saat SMA, ia pernah menjabat sebagai ketua OSIS. Pada masa kepemimpinannya Hillary aktif menggelar diskusi dan mengkampanyekan anti narkoba. Ia juga pernah terlibat dalam Paskibra Kota Manado di tahun 2013.

Setelah lulus SMA, ia mengambil studi. S1 Fakultas Hukum di Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan memperoleh beasiswa dari Lippo Group. Lalu melanjutkan studi S2-nya di Washington University.

Hillary sempat ditawarkan untuk menjadi dosen di UPH, namun ia memilih untuk melanjutkan studi S2-nya. Tak hanya ditawari menjadi dosen, Hillary juga pernah mendapatkan tawaran untuk bekerja di Bank Dunia yang berkantor di Barcelona, Spanyol. Namun, akhirnya ia lebih memilih bekerja sebagai wakil direktur di Mall Lippo Group di Jakarta. Ia menjalankan tugas tersebut sambil kuliah.

Diketahui, ia menggunakan penghasilannya untuk keperluan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI seperti mencetak baliho dan kalender hingga kini akhirnya ia sudah dilantik menjadi wakil rakyat tersebut.

Mengutip dari Kompas.com, Hillary Lasut mengaku ingin ditempatkan di Komisi III dan sudah ia sampaikan ke fraksi partai. "Hampir pasti aku di Komisi III sih. Soalnya latar belakang keilmuan," kata Hillary di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.

Jika ditempatkan di Komisi III nanti, ia akan ofkus pada pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan beberapa RUU yang ingi dibahas di periode 2019-2024.

"Prioritas sekarang RUU KUHP kan dan mungkin akan dibahas juga beberapa hal mengenai beberapa hal kemarin mengenai pengajuan Perppu KPK, kalau aku sendiri secara pribadi kalau aku lihat belum ada UU yang spesifik mengatur cyber crime, ilegal fintech, identitiy test seperti yang di Amerika aku kepingin ajuin juga di komisi III," ujar dia.

Hillary Lasut juga mengaku diriya mendapatkan pesan khusus dari Surya Paloh. Surya Paloh berpesan agar ia menjadi anak yang mengedepankan politik gagasan dan tidak mudah terprovokasi.

"(Pesan Surya Paloh) tolong jadi anak muda yang revolusioner, datang dengan politik gagasan, dan bisa membantu mengingatkan teman-teman muda di luar sana yang mungkin sedang dalam polemik, chaos," kata dia.

Menjadi anggota DPR termuda di periode ini, Hillary Lastu ditunjuk sebagai pimpinan sementara Sidang Paripurna Pengucapan Sumpah Jabatan di Ruang Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta bersama dengan anggota DPR tertua dari Partai Demokrat, Abdul Wahab Dalimunthe.

"Berdasarkan pengumuman KPU, dipilih yang tertua dan termuda dalam Pemilu 2019 tanggal 26 Spetember 2019."

"Dengan ini, pimpinan sementara DPR adalah sebagai berikut, Abdul Wahab Dalimunthe SH dari Fraksi Partai Demokrat, dapil Sumut 1," ujar Sekjen DPR Indra Iskandar saat membacakan pemaparan di awal sidang.

"Wakil ketua sementara, Hillary Brigitta Lasut, Nasdem, dapil Sulut," ucap dia.

Penulis: Muflika Nur Fuaddah.[]Sumberintisari.grid.id/kompas.com/tribunnews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.