24 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mengenal Achmad Zaky Pendiri Bukalapak: Sempat Resah Hingga Sukses di Usia Muda

...

  • LIPUTAN6
  • 16 February 2019 11:50 WIB

Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky memberikan keterangan saat merayakan HUT ke-8 Bukalapak di Jakarta, Rabu (10/1). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky memberikan keterangan saat merayakan HUT ke-8 Bukalapak di Jakarta, Rabu (10/1). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Usaha startup kini tidak lagi asing di telinga masyarakat Indonesia. Dengan adanya usaha ini, masyarakat tidak lagi kesulitan untuk berbelanja online sehingga tak perlu repot keluar rumah.

Salah satunya adalah startup Bukalapak yang namanya sangat familiar di Indonesia. ‘From zero to hero’ mungkin jadi predikat yang cocok untuk Achmad Zaky sebagai pendiri salah satu startup terbesar di Indonesia.

Lantas, apa alasan predikat tersebut pantas untuk disematkan di nama Achmad Zaky, yang kesuksesannya kini menjadi inspirasi banyak muda-mudi di Indonesia?

Berikut profil pendiri Bukalapak yang dirangkum dari berbagai sumber, 15 Februari 2019.

Kehidupan pribadi Achmad Zaky

Pria kelahiran Sragen, 24 Agustus 1986 ini mewarisi darah Jawa yang kental akan budayanya. Di usianya yang ke 32 ini, pencapaian Achmad Zaky bukanlah tanpa sebab. Kesuksesannya sekarang tak lain dan tak bukan adalah berkat kedua orangtuanya yang senantiasa mendukung langkahnya.

Di samping itu, di balik keberhasilannya, ada seorang wanita yang berkontribusi siang dan malam untuk dirinya. Dia adalah Diajeng Lestari, wanita yang menjadi tambatan hati Zaky yang mengakhiri masa lajangnya pada 17 Oktober 2010 silam.

Keduanya pun berkarier di bidang yang sama dengan memanfaatkan internet untuk berbisnis. Tak mau kalah dari suaminya, pada tahun 2011, Diajeng mencoba peruntungan dengan mendirikan hijup.com. Dari pernikahannya itu, Laiqa Anzani datang untuk melengkapi manisnya kehidupan rumah tangga Achmad Zaky dan istri.

Riwayat pendidikan

Ketertarikan Achmad Zaky dengan dunia teknologi rupanya sudah tumbuh sejak dirinya menggeluti buku-buku pemrogaman yang dibelikan oleh pamannya, yaitu pada tahun 1997 silam. Pada saat itu, di usianya yang baru 11 tahun, Zaky sudah bisa mengoperasikan komputer berkat kontribusi pamannya.

Karena ketekunannya itu, saat menduduki bangku sekolah menengah atas di sebuah sekolah di Solo, Zaky berhasil meraih juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang komputer. Bahkan, dirinya menang hingga tingkat nasional.

Ingin menyelami bakatnya lebih dalam di dunia komputer, pada tahun 2004 Zaky pun melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung, tepatnya di jurusan Teknik Informatika. Usut punya usut, Zaky sempat mendapat IPK sempurna di semester pertamanya.

Kesuksesan akademisnya itu tidak Zaky raih semata-mata hanya dengan belajar. Pasalnya, Zaky menyempatkan waktunya selama kuliah untuk mendirikan beberapa organisasi kemahasiswaan di kampusnya. Zaky berkontribusi dalam menggagas ShARE Global Student Think-Tank bersama teman-temannya yang lain.

Dia juga mendirikan Entrepreneur Club ITB yang sekarang lebih dikenal dengan Technoentrepreneur Club (TEC ITB). Serta, aktif dalam organisasi Amateur Radio Club (ARC) ITB.

Prestasi Achmad Zaky saat kuliah

Prestasi yang ditorehkan Zaky selama berkuliah juga tidak kalah cemerlangnya. Dirinya sering menjuarai berbagai kompetisi tingkat nasional. Misalnya, pada tahun 2007 Zaky berhasil menyabet juara II dalam perlombaan yang diadakan salah satu operator seluler Indonesia, yaitu Indosat Wireless Innovation Contest.

Dalam ajang tersebut, Zaky menciptakan perangkat lunak yang ia juluki MobiSurveyor, yang berfungsi untuk mempermudah aktivitas manusia khususnya dalam perhitungan survei secara cepat. Berkat kreativitasnya itu, Zaky dianugerahi Merit Award dalam kompetisi INAICTA (Indonesia ICT Awards) pada tahun 2008.

Tak ketinggalan, Zaky juga sempat mengenyam pendidikan di Oregon State University selama dua bulan berkat beasiswa yang dia dapat dari pemerintah Amerika Serikat. Selang satu tahun, suami dari Diajeng Lestari ini kembali terbang ke Amerika Serikat untuk mewakili kampus tercintanya dalam ajang Harvard National Model United Nations 2009.

Perjalanan karier

Bakat dan prestasi yang Achmad Zaky peroleh sewaktu mengenyam pendidikan mengantarnya pada kesuksesannya sekarang ini. Ayah satu anak ini mulai merintis kariernya dengan membentuk sebuah usaha startup dengan harapan menjadi bermanfaat bagi banyak orang.

Lantas, Zaky mulai mencoba peruntungan dengan mendirikan usaha Bukalapak yang secara resmi dibuka tahun 2011. Zaky cukup percaya diri meskipun dia harus membangun usahanya dari bawah. Awal berdirinya usahanya itu mungkin tidaklah begitu pesat. Namun, kepercayaan dirinya membuahkan hasil yang luar biasa.

"Jujur saya memang resah saat mau mendirikan Bukalapak. Orang-orang kira saya bakal gelar lapak di pinggir pasar. Saya sih, enggan bilang ke keluarga, apalagi orangtua saya itu guru. Nah, saya di situ coba untuk lawan, makin percaya diri. Tidak apa-apa gagal, yang penting prosesnya," ujar Zaky.

Melihat peluang

Zaky awalnya mengajak para pedagang di mall untuk bergabung dengan Bukalapak. Namun, saat itu usaha startup yang terhitung masih belum familiar rupanya sedikit menyulitkan Zaky. Klien pertama yang ia dapat hanyalah pedagang kecil yang mengaku dagangannya di toko kurang laku.

Pada akhirnya, Zaky mulai melihat peluang dari pedagang yang usahanya belum berkembang untuk bergabung di Bukalapak. Alhasil, berkat boomingnya internet pada saat itu, startup Zaky yang pada awalnya hanya dia rintis di mall menjadi semakin berkembang dengan banyaknya minat investor untuk menanamkan modalnya.

Masuk daftar pemuda terkaya di Indonesia

Bukalapak menjadi satu dari beberapa startup unicorn di Indonesia. Tentunya, hal ini tidak lepas dari kerja keras sang pendiri sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky. Pada pertengahan tahun 2018, majalah Globe Asia mempublikasikan daftar 150 orang terkaya di Indonesia. Kerja keras Achmad Zaky menuntunnya masuk sebagai satu dari beberapa anak muda pendiri startup yang ada di daftar tersebut.

Mengutip dari daftar yang dibuat Globe Asia, jumlah harta kekayaan Zaky diperkirakan sebanyak US$ 100 juta atau setara Rp 1,5 triliun saat daftar itu dibuat. Nggak kebayang kan, berapa kekayaan Zaky di tahun 2019 ini?

Terlebih lagi, Zaky sempat tercatat masuk dalam jajaran 10 pengusaha muda berusia di bawah 30 tahun paling berpengaruh di Asia Tenggara periode tahun 2015 yang dibuat oleh media online Tech in Asia.

Penulis: Yunisda Dwi Saputri.[]Sumber: liputan6.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.