12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mengenal Azhari Idris, Plt. Kepala BPMA

...

  • Rino
  • 05 August 2018 10:30 WIB

Azhari Idris. @ANTARA FOTO
Azhari Idris. @ANTARA FOTO

BANDA ACEH – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menunjuk Azhari Idris sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi di Aceh (BPMA) sejak pengujung Juli lalu. Putra Bireuen yang banyak belajar dari studinya di Kosovo dan beberapa negara Balkan lainnya ini pernah terlibat dalam proses perundingan damai di Aceh bersama Henry Dunant Centre (HDC).

Azhari Idris kemudian bekerja di perusahaan minyak Amerika Serikat hingga akhirnya bergabung dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Tidak banyak yang tahu, Azhari Idris, menjadi Plt. Kepala BPMA sejak 27 Juli 2018. Ia ditunjuk memimpin sementara instansi ini lantaran masa jabatan Marzuki Daham—yang dilantik sebagai Kepala BPMA 11 April 2016—sudah berakhir pada 26 Juli 2018 setelah beberapa kali diperpanjang.  

BPMA adalah suatu badan pemerintah yang dibentuk untuk melakukan pengelolaan dan pengendalian bersama kegiatan usaha hulu di bidang migas yang berada di darat dan laut di wilayah kewenangan Aceh (0 sampai 12 mil laut). BPMA dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Migas di Aceh, yang merupakan PP turunan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Azhari Idris merupakan putra kelahiran Kuta Blang, Bireuen, 28 Februari 1969, yang memiliki seabrek pengalaman di bidang migas. Sebelum bergabung di SKK Migas, Azhari sempat bekerja di dua perusahaan minyak milik Amerika Serikat, Union Oil Company of California atau Unocal Corporation, dan Chevron Corportation. Pada 10 Agustus 2005, Unocal digabungkan ke Chevron Corporation.

"Di Unocal Corporation sampai tahun 2002. Di Chevron Corporation sampai tahun 2010. Sejak 2010, saya diminta oleh pemerintah untuk bergabung di SKK Migas. Di SKK Migas sempat dipercaya sebagai Senior Specialist Business Management Support," ungkap Azhari dalam wawancara dengan portalsatu.com lewat telepon seluler, Sabtu, 4 Agustus 2018, malam.

Tahun 2015, ketika pemerintah menerbitkan PP Nomor 23 Tahun 2015, Azhari diminta membantu membentuk BPMA. Ia menjadi salah seorang aktor saat masa transisi dari SKK Migas ke BPMA. 

"Sampai saat itu, bersama Gubernur (Aceh) melakukan seleksi sampai Pak Marzuki Daham terpilih sebagai Kepala BPMA (dan menjabat) hingga tanggal 26 Juli kemarin. Jadi, saya jadi Plt. sementara, sampai Pemerintah Aceh, mencari Kepala BPMA yang definitif," ujar lulusan University of York, Inggris (2002-2003), spesifikasi Post War Recovery atau studi pemulihan pascaperang dengan konsentrasi manajemen risiko bisnis di wilayah konflik ini.

Azhari mengaku banyak belajar dari studinya di Kosovo dan beberapa negara Balkan lainnya, khususnya mengenai manajemen risiko bisnis di wilayah konflik. Menurut wikipedia.org, Balkan adalah nama historis dan geografis yang digunakan menggambarkan Eropa bagian tenggara.

"Ya, saya belajar banyak. Di Kosovo, dan beberapa negara Balkan. Bagaimana wilayah bekas konflik dihidupkan kembali ekonominya," kata Azhari.

Pria yang pernah mengecap pendidikan (sarjana muda) di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jurusan Bahasa Inggris ini, mengambil studi pascasarjana di University of Sidney, Australia (1997-1998), dengan gelar master pendidikan (education). Lulus dari University of Sidney, Azhari terlibat aktif dalam proses perundingan damai di Aceh bersama HDC tahun 1999-2002. 

HDC merupakan salah satu organisasi nonpemerintah internasional (International Non-Governmental Organization) yang bergerak di bidang kemanusian dengan misi mencegah, memitigasi (upaya mengurangi risiko) dan menyelesaikan konflik bersenjata melalui dialog dan mediasi. HDC diresmikan pada Januari 1999 dan terdaftar di bawah Undang-Undang Swiss dan berpusat di Jenewa, Swiss.

Mendapat kepercayaan sebagai Plt. Kepala BPMA, Azhari mengatakan, terlebih dahulu dirinya ingin mengaktifkan BPMA secara keorganisasian. Di usianya yang tergolong masih belia, menurut dia, BPMA masih harus banyak belajar, baik dari SKK Migas maupun kementerian terkait.

"Pertama, saya akan mengaktifkan BPMA secara organisasi di Banda Aceh. Hari Senin, 6 Agustus 2018, saya akan panggil semua calon pegawai BPMA yang sudah lulus. Saya akan briefing tentang prosedur mereka menjadi pegawai BPMA. Sebagian di antara mereka, pada hari yang sama akan sign kontrak dengan BPMA," ujar Azhari Idris.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.