29 March 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Penyanyi Bob Dylan Raih Nobel Kesusastraan

...

  • ANTARA
  • 14 October 2016 07:00 WIB

Bob Dylan. @AP
Bob Dylan. @AP

STOCKHOLM - Bob Dylan, yang dianggap suara generasi karena lagunya, yang berpengaruh sejak 1960-an, meraih Nobel Kesusastraan, keputusan mengejutkan, yang membuat dia menjadi satu-satunya penulis lagu meraih penghargaan tersebut.

Dylan (75), yang meraih penghargaan itu karena "menciptakan ungkapan puitik baru dalam tradisi musik Amerika", sekarang bisa disejajarkan dengan Winston Churchill, Thomas Mann dan Rudyard Kipling sebagai peraih Nobel.

Pengumuman tersebut disambut helaan nafas terkesiap di aula Royal Academy Stockholm, diikuti --tidak seperti biasanya-- beberapa suara tawa.

Lagu Dylan, seperti, "Blowin in the Wind", The Times They Are a-Changin", "Subterranean Homesick Blues" dan "Like a Rolling Stone" menangkap semangat pemberontakan, perlawanan dan kemerdekaan.

Lebih dari 50 tahun, Dylan masih terus menulis lagu dan seringkali dalam lawatan, menampilkan lirik sangat puitik, dinyanyikan dalam suara terkadang serak, yang dicemooh pencelanya.

Beberapa lirik masih terus dinyanyikan selama beberapa dekade.

"Blowin in the Wind", ditulis pada tahun 1962, dinilai sebagai salah satu lagu rakyat paling ekspresif sepanjang masa. "The Times They Are A-Changin", tempat Dylan mengatakan kepada warga Amerika "anak lelaki dan perempuanmu diluar kendalimu", adalah lagu kebangsaan bagi gerakan hak warga dan unjuk rasa menentang Perang Vietnam.

Swedish Academy menghadiahkan uang senilai 8 juta krona Swedia atau 930 ribu dolar AS dan mengatakan, "Dylan memiliki status sebagai ikon. Pengaruhnya terhadap musik kontemporer mendalam."

Anggota Swedish Academy, Per Wastberg mengatakan, "Ia mungkin adalah penyair hidup paling hebat."

Saat ditanya apakah ceramah Nobel Dylan - biasanya diberikan oleh peraih Nobel di Stockholm dalam tahun yang sama, akan berupa konser, ia menjawab, "Mudah-mudahan begitu."

Selama bertahun-tahun, tidak semua orang setuju bahwa Dylan adalah penyair kelas pertama. Novelis Norman Mailer membalas, "Jika Dylan seorang penyair, saya ini pemain basket."

Sara Danius, Sekretaris Tetap Nobel Academy mengatakan dalam jumpa pers bahwa terdapat "kesatuan hebat" dalam keputusan panel untuk memberikan hadiah tersebut kepada Dylan.

Dylan selalu merupakan tokoh misterius. Ia mengasingkan diri selama beberapa bulan setelah mengalami kecelakaan sepeda motor pada 1966, sehingga menimbulkan gosip bahwa ia tertekan karena posisi barunya sebagai pesohor.

Ia dilahirkan ditengah keluarga Yahudi namun pada akhir 1970-an pindah agama Kristen dan kemudian mengatakan bahwa ia tidak menganut agama tertentu. Pada satu titik dalam hidupnya, Dylan mengangkat tinju.

Juru bicara Dylan, Elliott Mintz menolak berkomentar saat ditelepon, karena saat pengumuman tersebut waktu di Los Angeles sekitar pukul 03.00. Dylan dijadualkan tampil di konser pada Kamis malam di Las Vegas.

Kesusastraan adalah hadiah Nobel terakhir diumumkan pada tahun ini. Penghargaan tersebut diberi nama sesuai penemu dinamit Alfred Nobel dan diberikan sejak 1901 untuk prestasi di bidang sains, sastra dan perdamaian sesuai dengan wasiatnya, demikian Reuters.

The Royal Swedish Academy of Sciences memutuskan memberikan Hadiah Nobel Sastra 2016 kepada musisi Bob Dylan yang dinilai "menciptakan ekspresi puitis baru dalam tradisi lagu Amerika."

Bob Dylan lahir pada 24 Mei 1941 di Duluth, Minnesota. Musisi yang tumbuh dalam keluarga kelas menengah Yahudi itu semasa remaja bermain dalam beragam band dan punya ketertarikan khusus pada musik folk Amerika dan blues, menurut catatan Biobibliografi di laman resmi Nobel.

Dylan, yang antara lain mengidolakan penyanyi folk Woody Guthrie, pindah ke New York tahun 1961 dan mulai tampil di klub-klub dan kafe di Greenwich Village. 

Setahun kemudian, ia bertemu produser rekaman John Hammond dan menandatangani kontrak album perdana Bob Dylan (1962). 

Tahun-tahun selanjutnya dia merekam sejumlah album dan membawa pengaruh besar pada musik populer dengan album seperti "Bringing It All Back Home and Highway 61 Revisited" tahun 1965, "Blonde On Blonde" tahun 1966 dan "Blood On The Tracks" tahun 1975. 

Produktivitasnya berlanjut hingga puluhan tahun kemudian, menghasilkan mahakarya seperti "Oh Mercy" (1989), "Time Out Of Mind" (1997) dan "Modern Times" (2006).

Dylan menggelar tur tahun 1965 dan mendapat banyak perhatian tahun 1966. Selama satu periode dia ditemani pembuat film D. A. Pennebaker, yang mendokumentasikan hidupnya di panggung yang kemudian menjadi film "Don't Look Back" (1967). 

Dylan telah merekam banyak album dengan tema seputar kondisi sosial, agama, politik dan cinta. Liriknya masih terus diterbitkan dalam edisi-edisi baru berjudul "Lyrics". 

Sebagai seorang artis, kemultitalentaannya menonjol. Dia aktif sebagai pelukis, aktor dan penulis naskah.

Selain menghasilkan banyak album, Dylan menerbitkan karya eksperimental seperti "Tarantula" (1971) dan koleksi "Writings and Drawings" (1973). 

Dia menulis otobiografi Chronicles (2004), yang menggambarkan memori dari tahun-tahun awal di New York dan memberikan kilasan hidupnya di tengah budaya populer. 

Sejak akhir 1980an, Bob Dylan terus melakukan tur, yang kemudian disebut "Never-Ending Tour" (Tur Tanpa Akhir). 

Dylan mendapat status ikon. Pengaruhnya pada musik kontemporer mendalam, dan dia adalah objek dari aliran literatur sekunder.

Sebanyak 109 hadiah Nobel Sastra telah diberikan kepada 113 individu selama periode 1901 sampai 2016, termasuk di antaranya kepada penyair Rabindranath Tagore dari India dan Gabriel García Márquez, penulis novel terkenal "One Hundred Years of Solitude", yang sudah diterjemahkan ke banyak bahasa, terjual jutaan kopi dan masih terus dicetak ulang.[]Sumber:antara

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.