21 February 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Iptu Rezki Kholiddiansyah
Perwira Tampan Ini Ternyata Mantan Sopir Angkot dan Pengamen

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 13 February 2018 18:10 WIB

Iptu Rezki Kholiddiansyah. @dok. Cut Islamanda
Iptu Rezki Kholiddiansyah. @dok. Cut Islamanda

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Pepatah itulah yang menjadi pegangan hidup pria tampan yang kini menjabat Kasat Reskrim Polres Aceh Utara. Berdinas di Aceh yang merupakan daerah bekas konflik, tidak menjadi hambatan bagi Iptu Rezki Kholiddiansyah.    

Rezki Kholiddiansyah lahir di Palembang, 7 Juli 1986. Ia putra sulung dari pasangan Drs. Yusrizal dan Reni Sinarti. Rezki kini berstatus seorang ayah dari dua anak lelaki, buah cintanya bersama dr. Farah Diba.

“Saya bangga bisa dinas di Aceh, di tempat yang memiliki kekhususan dan tidak dimiliki provinsi lain. Pada dasarnya karakteristik masyarakat Aceh tidak jauh beda dari masyarakat Palembang, yang terpenting harga diri tidak diinjak dan tidak dilecehkan. Saya nyaman di Aceh, terasa seperti di kampung halaman sendiri,” ujar Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada portalsatu.com, Selasa, 13 Februari 2018.

Rezki mengaku, lidahnya mulai terbiasa dengan ragam kuliner khas Aceh. “Saya suka makan kuah pliek, payeh (pepes), bulukat boh drien (pulut siram kuah durian), kari kambing dan ikan depik khas Takengon, Aceh Tengah. Saya juga mulai menguasai setidaknya 50 persen bahasa Aceh. Di sini, saya sering berbicara dengan bahasa Aceh, meski terkadang ditertawakan karena banyak terpeleset. Namun tidak masalah, namanya juga masih belajar,” ucap pria yang akrab disapa Rezki itu.

Sebelum menjadi perwira Polri lulusan Akpol tahun 2012 dengan nama Detasemen Wirathama Bhayangkara, Rezki terelebih dahulu menempuh pendidikan bintara Polri tahun 2005 gelombang 2 (ZLD).

Masa remaja Rezki tidaklah mudah. Di usia belasan tahun, Rezki sudah ikut membantu orang tuanya berjualan empek-empek di salah satu sekolah swasta yang ada di Palembang. Tak hanya itu, ia juga menjadi kernet angkot menemani sang ayah.

“Ayah saya seorang wartawan. Untuk memenuhi ekonomi keluarga, ayah bekerja sampingan sebagai sopir angkot, saya sering ikut menjadi kernet dan sopir angkot juga sepulang sekolah. Saya tidak malu dengan itu semua, bahkan saya masih ingat nomor lambung angkot kesayangan saya, 020 jurusan Kenten Laut. Saya bangga dengan sosok ayah yang pekerja keras, semangat itu diturunkan ke saya,” tutur Rezki.

Pria berpostur tinggi ini juga sempat menjadi pengamen jalanan. “Saya sempat ngamen selama dua tahun, iseng-iseng sambil nyari tambahan uang jajan juga. Selama ngamen, beberapa kali sempat diusir sama penguasa tempat atau pengamen tulen lainnya. Untuk suara agak pas-pasan ya, biasanya saya bermain gitar saja, lebih ke melodi,” ucap Rezki tertawa.

Rezki menyebutkan, pascalulus dari Bintara Polri, tahun 2005 ia ditempatkan di Satuan Lalu Lintas Polres Banyu Asin. Berlanjut 2007 di polres yang sama, ia dipindahkan ke unit ranmor. Tahun 2009, Rezki berhasil menembus Akpol. Setelah lulus, 2013 ia ditempatkan sebagai Panit Intel Ekonomi Polda Aceh. Berlanjut 2014-2015, ia mendapat promosi jabatan sebagai Kasat Intel Polres Sabang. Tahun 2015-2017, berlanjut sebagai Kasat Intel Polres Aceh Utara. Sejak 2017 hingga saat ini (Februari 2018), Rezki menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Aceh Utara.

“Saya merasa beruntung memiliki istri Farah Diba, meski berprofesi sebagai dokter, ia tidak merasa gengsi saat harus ikut berjualan bersama. Saat penempatan pertama di Polda Aceh, saya sempat berjualan mochi eskrim di Banda Aceh dengan brand Mochi_ba. Ayah selalu mengajarkan saya untuk berperilaku jujur, sementara ibu selalu mengingatkan agar tidak melupakan kewajiban sebagai muslim, khususnya salat lima waktu. Bagi ibu, tidak ada guna ilmu dunia jika tidak dibarengi dengan ilmu agama,” ungkap Rezki.

Rezki merupakan lulusan SMA Negeri 2 Palembang angkatan 2004. “Dari garis sejarah, SMAN 2 Palembang memiliki almamater yang sama dengan pimpinan Polri saat ini, Prof. Jenderal Tito Karnavian. Ini menjadi motivasi saya untuk menjadi seorang polisi yang profesional, modern dan terpercaya. Jadi polisi itu cita-cita kecil saya,” katanya.

Catatan portalsatu.com, nama Iptu Rezki Kholiddiansyah mulai dikenal publik setelah mendampingi Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji, dalam mengungkap sejumlah kasus kriminal besar di Aceh Utara, termasuk tiga kasus pembunuhan sadis. Di antaranya, pembunuhan Nek Rudaimah yang lehernya digorok di Kecamatan Langkahan dan pembunuhan Nek Aisyah yang dibuang ke sumur oleh tersangka Akiong.

Rezki juga berhasil meringkus DPO pemerkosaan anak di bawah umur dengan tersangka Muyen si 12 jari. Teranyar, Rezki juga ikut mendampingi AKBP Untung Sangaji saat penertiban salon waria di Kecamatan Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye. Langkah Polres Aceh Utara tersebut masih menjadi sorotan publik dan berbagai kalangan di tingkat lokal, nasional hingga internasional.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.