15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sepenggal Kisah Lain Bos Bulog, Buwas Pernah Jadi Tukang Ojek dan Sopir Taksi

...

  • PORTALSATU
  • 22 September 2018 21:00 WIB

Budi Waseso (Buwas). @ANTARA
Budi Waseso (Buwas). @ANTARA

Budi Waseso saat ini menjabat Driektur Utama Perum Bulog menggantikan Djarot Kusumayakti. Pria sering disapa Buwas ini sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pernah menjadi Kabareskrim Polri.

Buwas lulus dari Akademi Kepolisian tahun 1984 dan aktif berkarir sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri.

Karir Buwas bisa dibilang mulus dan mengalami peningkatan cukup signifikan sejak awal bekerja di kepolisian. Namun semua kesuksesan Buwas tidak diperoleh secara instan. Sama seperti manusia lain, Buwas harus bekerja keras.

Satu kisah masa lalu Buwas yang mungkin tak banyak disorot adalah saat ia sempat menjadi tukang ojek untuk mencari tambahan penghasilan.

Itu terjadi saat Buwas masih bertugas di Direktorat Pendidikan, Jakarta pada tahun 1992-1993. Buwas memanfaatkan waktu luangnya dengan menjadi tukang ojek pada pagi hari dan sopir taksi pada malamnya.

"Jadi saat itu memang saya kerja di Direkorat Pendidikan, saya memanfaatkan waktu luang di sela dinas. Peluangnya hanya jadi tukang ojek karena saya punya motor vespa, itu kalau pagi".

"Saat malam hari biasanya saya jadi sopir taksi tembak," kata Buwas. "Dulu pas tahun 1992-1993 itu pangkat saya letnan satu kapten," lanjut Buwas.

Meski sudah jadi polisi dan dapat penghasilan rutin bulanan, rupanya uang gaji Buwas belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Uang  hasil ojek dan sopir taksi tembak bisa dia gunakan untuk menutup kekurangan dari gajinya.

"Ya itu sudah jadi kewajiban. Harus saya lakukan karena kalau kita bicara tentang gaji, kan tidak cukup buat keluarga. Jadi saya berusaha, tapi tidak boleh melakukan pelanggaran profesi".

"Saat itu yang bisa saya lakukan ya harus tulus dan ikhlas jadi tukang ojek," ujar Buwas.

Buwas mengaku tak malu meski dia seorang polisi yang harus bekerja tambahan. Bagi Buwas, kesejahteraan keluarganya adalah prioritas dan dia harus bisa bertindak sebagai suami dan ayah yang baik.

Pria kelahiran Parenggan, Pati, Jawa Tengah, 19 Februari 1960, ini sempat terlibat konflik dengan Menteri Perdagangan Enggar terkait impor beras tahun 2018. Buwas menilai bahwa cadangan beras Bulog masih cukup hingga Juli 2019 sehingga impor beras belum perlu dilakukan.

Penulis : Aulia Dian Permata.[] Sumber: intisari.grid.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.