19 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


30 Peserta Ikut Penataran Wasit IPSI di Lhokseumawe

...

  • Fazil
  • 01 October 2019 18:00 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Aceh mengadakan penataran wasit juri Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tingkat Provinsi Aceh sejak 29 September hingga 4 Oktober 2019, di Hotel Lido Graha, Kota Lhokseumawe.

Penataran wasit juri itu diikuti 30 peserta atau masing-masing satu orang dari 23 kabupaten/kota di Aceh,  ditambah sekitar tujuh perguruan historis yang ada di Aceh. 

Ketua pelaksana, Maimun, mengatakan, hasil ini nanti akan dilihat peringkat terbaik, mungkin akan ditugaskan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) se-Aceh yang akan diselenggarakan di Hotel Lido Graha. Direncakan Kejurda itu akan dilakukan pada 5 sampai 11 Oktober 2019. Oleh karena itu selama beberapa hari ke depan pihaknya akan memfokuskan dari segi pendalam materi kepada para peserta.

"Materi dimaksud itu adalah tentang peraturan pertandingan hasil Rakernas pada 2016 yang disahkan pada Rakernas 2019. Ini akan berlanjut tentang peraturan pertandingan kategori tanding, kemudian materi mengenai peraturan tunggal, ganda dan regu atau TGL," kata Maimun kepada portalsatu.com, Senin, 30 September 2019.

Menurut Maimun, peserta yang mengikuti penataran wasit juri itu didominasi kalangan laki-laki, sembilan di antaranya peserta perempuan. Kata dia, mereka nanti akan mendapatkan pembelajaran khusus tentang TGR (tunggal, ganda, regu) tersebut. Tingkat kelulusan TGR itu bisa menguasai jurus tunggal ada 100 gerakan, kemudian regu juga ada 100 gerakan. Selain itu, dilihat dari segi kondisi fisik mereka dan dites kebugaran seluruh peserta.

"Kita melihat kemampuan kelulusan masing-masing peserta seperti apa. Artinya ada predikat baik, cukup dan memadai. Tentu dengan adanya penataran wasit seperti ini, mungkin nanti sudah ada pemerataan wasit juri di setiap daerah khususnya di Aceh," ujar Maimun.

Sehingga, kata dia, daerah bisa mengadakan kejuaraan tanpa harus memanggil juri-juri dari luar. Maka diharapkan nantinya setiap kabupaten/kota di Aceh sudah memiliki wasit. Karena selama ini belum semua daerah mempunyai wasit yang standar untuk daerah itu sendiri.

"Mudah-mudahan ke depan wasit-wasit ini bisa ditugaskan baik di tingkat Aceh maupun level nasional," ujar Maimun.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.