06 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


BLiSPI Respons Tuntutan Pengawal Syariat Islam Lhokseumawe Soal Seleksi Sepakbola Putri

...

  • Fazil
  • 05 July 2019 15:30 WIB

Foto: dok. portalsatu.com/Fazil
Foto: dok. portalsatu.com/Fazil

LHOKSEUMAWE - Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) Aceh merespons kecaman dari Forum Komunikasi Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe terkait seleksi liga sepakbola Menpora bagi perempuan tingkat Provinsi Aceh yang dilaksanakan di Stadion PT Perta Arun Gas, Lhokseumawe.

Ketua BLiSPI Aceh, Ishaq Rizal, mengatakan, pihaknya selaku penyelenggara seleksi pemain sepakbola putri tingkat Provinsi Aceh meminta maaf kepada masyarakat Aceh jika kegiatan yang dilakukan itu dinilai bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam. Namun, kata doa, cabang olahraga sepakbola putri serumpun dengan cabang olahraga bola voli, basket, tenis serta cabang olahraga lainnya yang diikuti para wanita.

Menurut Ishaq Rizal, para pemain juga mengenakan pakaian muslimah, dan jikapun ada salah satu pemain yang berpakaian kurang muslimah dikarenakan yang bersangkutan bukan muslim. Pihaknya telah meminta pemain itu menyesuaikan dengan kondisi pakaian muslimah, tidak mungkin dipaksakan bagi pemain yang bersangkutan.

"Kita tidak ada niat sedikitpun untuk mencederai penerapan syariat Islam di Provinsi Aceh. Untuk itu, sekali lagi jika kegiatan ini kurang cocok dilaksanakan di Aceh, kami juga berharap kepada kita semua untuk bersikap yang adil terhadap cabang olahraga yang lain seperti bola voli, basket dan lainnya yang digeluti oleh wanita di Aceh,” kata Ishaq Rizal dalam keterangan tertulisnya saat dikonfirmasi portalsatu.com, Jumat, 5 Juli 2019.

Ishaq Rizal juga meluruskan bahwa pelaksanaan seleksi pemain sepakbola putri khusus usia 17 tahun dilaksanakan pada 30 Juni 2019 dan berlangsung hanya sekitar 3 jam saja. Sedangkan yang kelompok usia lainnya tidak ada untuk putri dan diselenggarakan untuk pria yang masih berusia pelajar yakni usia 12, 14, 16 dan 21 tahun.

“Jika hasil penelaahan kita bersama terhadap kegiatan U-17 putri ini bertentangan dengan norma, adat istiadat dan syariat Islam, maka untuk pelaksanaan berikutnya akan kami tinjau kembali,” ujar Ishaq.

Diberitakan sebelumnya, Forum Komunikasi Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe mengecam kegiatan liga sepakbola Menpora bagi perempuan tingkat Provinsi Aceh yang akan dilaksanakan di Stadion PT Perta Arun Gas, Lhokseumawe. Mereka menuntut Pemerintah Aceh dan Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) membatalkan seleksi dan pengiriman delegasi tim sepakbola U-17 putri Aceh ke tingkat nasional.(BacaForum Pengawal Syariat Islam Lhokseumawe Kecam Seleksi Tim Sepakbola Putri di Aceh)[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.