21 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bonus Atlet Penyumbang Medali Aceh Tamiang Belum Diberikan

...

  • Rino
  • 19 April 2019 20:45 WIB

 Dwi Paramita Siregar.
Dwi Paramita Siregar.

ACEH TAMIANG - Seorang atlet balap sepeda asal Kabupaten Aceh Tamiang, berharap nasibnya dan rekan-rekan berubah pascapemilu ini. Pemerintah setempat menurutnya kurang peduli, khususnya, soal bonus para atlet di kabupaten itu.

Atlet perempuan bernama Dwi Paramita Siregar ini mewakili rekannya berkeluh kesah soal nasib mereka yang menurutnya 'habis manis sepah dibuang'. Tepatnya, usai Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII yang digelar di Jantho, Kabupaten Aceh Besar pada 2018 lalu.

"Kami berjuang membawa nama Kabupaten Aceh Tamiang di ajang PORA XIII. Banyak sudah keringat kami bercucuran, panas, hujan, sampai sakit-sakitan," keluh Dwi, kepada portalsatu.com, Jumat, 19 April 2019, malam.

Sayangnya, bagi perempuan berparas cantik yang suka memendekkan rambut ini, semua itu tak berbalas. Ia ingin tahu kenapa?

"Uang saku kami pun masih berutang, bonus kami pun, tak tahu kapan dicairkan. Bangga kami membawa nama Aceh Tamiang, tapi ini yang kami dapatkan," ucapnya.

Dwi sejatinya ingin ia dan rekan-rekannya diperhatikan. Ini demi memacu semangat para atlet terus berkiprah dan memberi yang terbaik untuk Kabupaten Aceh Tamiang.

"Semoga pihak terkait mengerti dengan semua keadaan kami. Dan semoga bukan janji-janji dan harapan palsu yang diberikan kepada kami. Kami semua berharap, cepat diselesaikan sesudah pemilu," kata mojang kelahiran Alue Drien, 15 Agustus 1999 ini.

Sebagai informasi, Dwi berhasil memboyong 5 medali untuk kontingen PORA Kabupaten Aceh Tamiang pada PORA XIII cabor balap sepeda. Keberhasilan itu didapat sejak hari pertama pembukaan.

Dwi yang turun di nomor ITT 15 kilometer putri unggul atas lawan-lawannya dan menyumbang medali emas pertama untuk kabupatennya. Kemudian, secara berturut-turut, menyumbang medali perak untuk nomor IRR beregu putri 25 km, 2 kali, dan individual road race 46 km putri, juga 2 kali, ditambah 1 perunggu di kelas MTB XC.

"Pada tahun 2017 saya juga berhasil menyumbangkan emas buat Aceh Tamiang di kelas cross country, perorangan dan mendapat 3 medali perunggu," sebutnya.

Sudah Dibicarakan

Ketua KONI Aceh Tamiang, M. Ichsan mengakui bonus para atlet belum diberikan pasca PORA XIII tahun lalu. Alasannya, bukan tidak diberikan, tapi karena jumlah bonus tidak setara dengan apa yang atlet-atlet tersebut telah berikan untuk Kabupaten Aceh Tamiang.

"Uangnya (bonus) sudah ada, tapi enggak cukup. Semua yang dapat medali semua mengeluh. Sudah saya sampaikan, mohon bersabar, karena menurut saya kurang, itu terlalu sedikit. Makanya enggak saya tarik-tarik. Saya lagi mengusahakan, supaya bisa ditambah," jawab Ichsan, belum lama ini.

Bonus untuk para atlet disediakan pemerintah setempat Rp200 juta. Namun, angka tersebut tidak sesuai kalkulasi jumlah medali yang berhasil diboyong masing-masing atlet.

"Saya pun sebenarnya sebagai ketua KONI, tidak ikut dalam kontingen PORA itu. Cuma karena tanggungjawab, harus kita urus. Enggak mungkin, orang sudah capek jauh-jauh kita kasih bonus kecil," ucap Ichsan.

Ichsan mengatakan, dia sudah mencoba menyurati bupati. Namun, surat permintaan mediasi membahas penambahan bonus untuk para atlit belum dibalas.

"Kita masih menunggu kesediaan bupati untuk mediasi. Kita sudah surati. Surat mediasi belum dibalas, mungkin karena sibuk dengan pemilu. Tapi, kalau memang mentok, ya nanti, saya panggil semua atlit, saya bagi terus," katanya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.