18 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Liga Sepakbola Piala Menpora
Forum Pengawal Syariat Islam Lhokseumawe Kecam Seleksi Tim Sepakbola Putri di Aceh

...

  • Fazil
  • 04 July 2019 15:00 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Forum Komunikasi Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe mengecam kegiatan liga sepakbola Menpora bagi perempuan tingkat Provinsi Aceh yang akan dilaksanakan di Stadion PT Perta Arun Gas, Lhokseumawe. Mereka menuntut Pemerintah Aceh dan Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) membatalkan seleksi dan pengiriman delegasi tim sepakbola U-17 putri Aceh ke tingkat nasional.

Kecaman dan tuntutan itu disampaikan Koordinator Forum Komunikasi Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe, Tgk. Sulaiman Lhokweng, dalam konferensi pers di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Kamis, 4 Juli 2019, siang.

Menurut Tgk. Sulaiman Lhokweng, Forum Komunikasi Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 024/FK/LSM/2019 tentang Menolak Segala Bentuk Kegiatan yang Bertentangan dengan Syariat Islam dan Kearifan Lokal Masyarakat Aceh. Hal itu terkait pemilihan dan penetapan tim Provinsi Aceh yang telah dan akan dilaksanakan pada 30 Juni sampai 14 Juli 2019 di Stadion PT PAG, Batuphat, Kota Lhokseumawe. Di mana tim Provinsi Aceh nantinya akan mengikuti liga sepakbola berjenjang piala Menpora atau Liga Menpora tahun 2019 untuk usia 14, 16 dan 17 tahun putri yang akan dilaksanakan mulai akhir Juli hingga awal September 2019 secara nasional.

"Tentunya ini sangat disayangkan bahwa di Aceh sudah ada liga sepakbola perempuan untuk usia 14, 16 dan 17 tahun. Seluruh OKP dan Ormas bersatu untuk menolak kegiatan tersebut," ujarnya.

Menurutnya, seleksi dan pengiriman delegasi tim sepakbola U-17 putri Aceh ke tingkat nasional itu bertentangan dengan marwah masyarakat Aceh. Untuk itu, pihaknya menuntut pihak pengelola Stadion PT PAG agar lebih selektif dalam memberikan izin tempat, terlebih kegiatan yang dinilai bertentangan dengan syariat Islam dan kearifan lokal di Aceh.

"Kita juga menuntut permintaan maaf dari BLiSPI kepada seluruh umat Islam Kota Lhokseumawe dan Aceh secara umum. Karena telah melukai perasaan dan kearifan lokal masyarakat Aceh, dengan mengeksploitasi perempuan Aceh di bidang sepakbola," katanya.

"Ini menyangkut marwah masyarakat Aceh. Pemerintah dalam hal ini Gubernur Aceh harus melihat kegiatan yang dilakukan oleh pihak terkait agar jangan asal ada kegiatan saja. Artinya, kegiatan itu harus ada nilai positif dan juga menjamin bagaimana berlangsungnya syariat Islam di Aceh. Tapi kita melihat sepakbola untuk putri ini sangat menyedihkan, dan bahkan kita sebagai rakyat Aceh malu dengan provinsi lain. Kok masih ada acara seperti ini khususnya di Aceh," ujar Tgk. Sulaiman.

Tgk. Sulaiman melanjutkan, pihaknya sudah sepakat bahwa sepakbola putri itu harus segera dihentikan, karena dikhawatirkan nanti ada masyarakat yang tidak bisa mengontrol emosi, dan jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Kita mengingat ini bukan cuma kerugian biasa, tetapi ini merupakan kerugian yang sangat luar biasa," pungkasnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.