16 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Gelar Coaching Clinic, Rugby Aceh Datangkan Pelatih Jepang

...

  • portalsatu.com
  • 29 March 2019 19:50 WIB

Foto: istimewa/KONI Aceh
Foto: istimewa/KONI Aceh

BANDA ACEH – Pengprov Rugby Aceh mengadakan coaching clinic dalam rangka menghadapi Prakualifiasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) tahun 2019. Coaching clinic yang dilaksanakan 29-31 Maret ini dibimbing pelatih dari Japan Rugby Football Union (JRFU), Mr. Takanori Hattori.

"Sebuah kesempatan langka, seorang pelatih tingkat internasional seperti Takanori Hattori bisa meluangkan waktu menjadi pemateri di daerah seperti Aceh ini," kata Drs. Bachtiar Hasan, M.Pd., Wakil Ketua II KONI Aceh saat membuka secara resmi kegiatan yang diikuti 40 peserta, mewakili atlet dan pelatih Rugby se-Aceh, Jumat, 29 Maret 2019.

“Para peserta antaralain dibekali materi tentang safety drillgames rileksdisciplinRugby values, dan practice,” kata Ketua Umum Pengprov Rugby Aceh, Ir. Andry Agung. Untuk pelatihan classroom berlangsung di Sekretariat KONI Aceh, sedangkan praktek lapangan diadakan di GOR KONI Aceh dan Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya.

Takanori mengaku senang bisa datang langsung ke Aceh. Lawatannya kali ini rangkaian kegiatan dalam rangka melatih perangkat pertandingan PON Papua XX tahun 2020. Khusus Bagi Pengprov Rugby Aceh, kehadiran Takanori dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas pelatih dan atlet yang tengah dipersiapkan untuk ajang perebutan tiket Pra PON 2019 menuju PON XX tahun 2020 Papua.

"Ya, sangat senang bisa datang ke Aceh, karena saya mendengar bahwa Aceh akan menjadi Tuan Rumah PON XXI 2024 nanti," kata Takanori. Ia juga mendapat kabar bahwa Aceh memiliki atlet-atlet potensial yang dapat berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

"Kemarin saya sampai di Aceh, siangnya kita berlatih, dan malamnya kita ngopi bersama di Kopi Khop." Atas kehadirannya di Aceh, Takanori mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai warga kehormatan dan Pembina Rugby Aceh di Jepang.

Bagi Pengprov Rugby, mendatangkan Takanori ke Aceh dinilai sangat efektif dan efisien dibanding mengirim pelatih atau atlet untuk mengikuti pelatihan ke luar daerah atau luar negeri.

“Kita sangat berterimakasih kepada KONI Aceh dan PB PRUI yang selama ini mendukung penuh kegiatan Cabor Rugby di Aceh,” kata Andry Agung. Ia juga menjelaskan, keberadaan Rugby di Aceh baru satu tahun setengah. Namun sejauh ini, Pengprov Rugby secara perlahan telah mampu memperlihatkan tajinya. Salahsatunya dibuktikan dengan keberadaan tiga atlet putra dan tiga orang atlet putri Aceh di Pelatnas Timnas Rugby Indonesia untuk persiapan Sea Games Filipina 2019.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.