19 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


KONI Banda Aceh Protes Panitia PORA XIII, Ini Kata Humas

...

  • portalsatu.com
  • 25 November 2018 22:00 WIB

Ilustrasi bola voli. Foto: observator.ro
Ilustrasi bola voli. Foto: observator.ro

BANDA ACEH - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banda Aceh memprotes Panitia Pekan Olah Raga Aceh (PORA) XIII. Panitia penyelenggara PORA dinilainya meluluskan atlet luar Aceh bermain pada pertandingan voli yang menjadi salah satu cabang olahraga di PORA.

Ketua KONI Banda Aceh, Qamurzzaman Haqny, mengatakan, pihaknya telah mengajukan protes terkait adanya atlet luar Aceh yang dilibatkan bermain pada pertandingan voli, Aceh Besar.

"Surat protes itu telah dikirim ke KONI Aceh dan Panitia PORA XIII. Belum diproses," kata Qamurzzaman, Minggu, 25 November 2018.

Qamurzamman mengatakan, pelulusan atlet luar Aceh pada liga pertandingan melanggar perjanjian dan ketentuan. Pelaksanaan PORA di Aceh untuk membina atlet Aceh yang akan bermain ke Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) mendatang.

"Ini kami sesalkan. Sebab yang juara PORA nanti akan berlaga di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil), tapi sayang yang mengharumkan nama Aceh bukan Putra Daerah,” tegasnya.

Menurut dia, pergantian atlet luar Aceh ada mekanisme perpindahan atau mutasi atlet, salah satunya adalah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) berdomisili di Aceh.

Selain itu, ia menilai pelaksanaan PORA di Aceh Besar masih memiliki beberapa kekurangan. "Di antaranya, sarana-prasarana yang masih belum siap sehingga ada jadwal pertandingan bergeser, juga perpindahan tempat pertandingan,” katanya.

Sementara Humas PORA Aceh XIII, Darsya menegaskan, Panitia PORA telah meng-crosscheck, tidak ada atlet yang dipertandingkan berasal dari luar Aceh.

"Kami tidak menemukan adanya atlet dari luar Aceh yang dipertandingkan pada PORA Aceh. Saya sudah cek, tapi tidak menemukan itu di semua cabang olahraga,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, pihak PORA telah menjalankan instruksi Bupati Aceh Besar mengenai atlet harus menggunakan pakaian sesuai dengan syariat Islam.

“Semuanya sudah clear, tidak masalah lagi,” ujar Darsya.[]

Penulis: Khairul Anwar

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.