20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Miftahul Jannah, Didiskualifikasi tapi Dipuji

...

  • PORTALSATU
  • 09 October 2018 07:40 WIB

Miftahul Jannah, atlet para judo Indonesia di Asian Para Games 2018 (Foto: ANTARA/BOLA.COM/M Iqbal Ichsan)
Miftahul Jannah, atlet para judo Indonesia di Asian Para Games 2018 (Foto: ANTARA/BOLA.COM/M Iqbal Ichsan)

JAKARTA - Miftahul Jannah, atlet para judo kontingen Indonesia di Asian Para Games didiskualifikasi sebelum pertandingan lantaran tak mau membuka hijab yang dipakainya.

Miftah dihadapkan pada dua pilihan, harus membuka hijab dan terus bertanding atau tetap mengenakan hijabnya namun didiskualifikasi. Atlet asal Aceh itu memilih pilihan yang kedua. Ia memilih untuk menjalankan keyakinannya memakai hijab dan tak meneruskan pertandingan.

“Miftah bilang bahwa dirinya sudah berjanji kepada Allah, untuk tidak membuka hijabnya. Sehingga dia lebih baik mengundurkan diri daripada harus buka hijab,” kata Wakil Ketua KONI Aceh, Alamsyah, Senin, 8 Oktober 2018.

Miftah yang telah berlatih selama sepuluh bulan lebih itu harus ikhlas tak bisa bertanding dan mengharumkan nama Indonesia. Sebagai pendamping, Alamsyah menyesalkan pelatih dan ofisial karena sehari sebelum bertanding tidak dikabari soal aturan bermain judo.

Ia menyesalkan, jika ada aturan atlet dilarang mengenakan hijab, maka dari jauh hari Miftah sudah memilih untuk tidak ikut. Alamsyah menuturkan dia dan Miftah memang tak mendapatkan penjelasan tentang aturan hijab di cabor judo.

“Tidak menjelaskan apa-apa, dan itu hasil technical meeting dipaparkan bahwa judo tidak dibenarkan mengenakan hijab. Hasil technical meeting yang diikuti oleh tim ofisial Indonesia, memberitahukannya kemarin sore," ungkap Alamsyah.

"Namun yang disesali kenapa seorang pelatih dan ofisial tidak memberitahukan lebih awal. Jadi ada pelatih yang menyarankan Miftah buka jilbab, tapi dia tidak mau,” katanya.

Alamsyah mengatakan, meski merasa sedih, saat ini Miftah sudah menerima atas keputusan juri. Miftah telah rela mengorbankan waktunya untuk berlatih selama 10 bulan lebih di pelatnas.

Miftah juga menyampaikan bahwa ini merupakan yang terakhir kalinya mengikuti ajang pertandingan judo. "Miftah menerima atas keputusan juri meski dia tetap merasa sedih. Cuma dia menyampaikan ini yang terakhir kalinya ia ikut judo," ujar Alamsyah.

Pujian atas sikap Miftah kemudian muncul dari Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Muslizar MT. Ia mengaku kecewa atas peristiwa yang menimpa atlet asal Aceh tersebut.

Namun terlepas dari Miftah yang tak bisa bertanding, Muslizar menganggap sikap Miftah sudah tepat. Miftah, kata Muslizar, memilih untuk mempertahankan jati dirinya sebagai muslim ketimbang melepas hijab dan melanjutkan pertandingan.

“Meski kecewa kita tetap memberikan apresiasi sikap ananda Miftah. Sikap yang diambil sudah sangat tepat, jangan hanya karena untuk mengejar prestasi lalu menghilangkan jati diri,” ujarnya.[] Sumber: kumparan.com

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.