26 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Musorkab Dinilai Mendadak, Ismed: Ada Apa dengan KONI Aceh Utara?

...

  • Fazil
  • 11 June 2019 20:00 WIB

Ismed Nur Aj. Hasan. Foto dok. Portalsatu
Ismed Nur Aj. Hasan. Foto dok. Portalsatu

ACEH UTARA - Wakil Ketua II Bidang Prestasi dan Atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Utara, Ismed Nur Aj. Hasan, mempersoalkan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang akan diadakan pada 15-16 Juni 2019.

"Musorkab itu mengapa akan diadakan secara mendesak sekali. Saya sebagai pengurus KONI mengapa tidak diundang (membahas rencana Musorkab sebelum diputuskan jadwalnya), padahal saya pengurus aktif. Ini menjadi tanda tanya, ada apa dengan KONI Aceh Utara, kok bisa terjadi hal demikian," kata Ismed Nur Aj. Hasan kepada portalsatu.com, Selasa, 11 Juni 2019, sore.

Menurut Ismed, jika memang tidak ada persoalan apa-apa, seharusnya pengurus harian dihadirkan dalam rangka musyawarah. "Walaupun memang tidak ada apa-apanya pengurus harian ataupun pengurus KONI tersebut, karena yang ikut memilih (calon ketua umum) adalah masing-masing cabang olahraga (cabor) yang berhak memberikan suara," ujarnya.

"Tetapi kepengurusan ini kan tim inti. Jadi, di sini saya merasa terzalimi, apa kesalahan saya, dan ini perlu dipertanyakan. Karena saya menginginkan pemilihan Ketua KONI Aceh Utara ke depan agar dilakukan secara baik dan bersih. Artinya, dapat dipilih itu untuk ketua umum adalah putra daerah atau orang asli Aceh Utara," kata Ismed.

Ismed menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan KONI Aceh Utara sudah berakhir pada 19 Mei 2019 lalu. Namun, masa kepengurusan tersebut diperpanjang oleh KONI Aceh untuk enam bulan ke depan. "Jika sudah diperpanjang itu kan tidak terlalu mendesak, panggillah pengurus terlebih dahulu untuk duduk atau berembuk guna membicarakan berkenaan pembentukan panitia Musorkab". 

"Namun, nyatanya kita tidak dihadirkan, dan tiba-tiba mengetahui sudah terbentuk panitia, itu (Musorkab) akan dilaksanakan pada 15-16 Juni 2019. Tentunya saya secara pribadi sangat kecewa, karena kita juga bagian dari warga asli Aceh Utara, yang kita inginkan ke depan di bidang olahraga agar bisa lebih maju dan hebat," ujar Ismed yang juga anggota DPRK Aceh Utara.

Oleh karena itu, Ismed berharap jadwal Musorkab itu ditinjau kembali. "Duduk (musyawarah) secara bersama-sama dan satukan persepsi semua. Mari dipanggil seluruh cabor-cabor, walaupun hal itu sudah dilakukan berdasarkan informasi yang saya peroleh. Tetapi tidak masalah, intinya libatkan semualah pengurus karena KONI tersebut bukan milik perorangan, tapi milik pemerintah dan warga Aceh Utara," katanya. 

"Maka ke depan mari kita pilih putra asli Aceh Utara, yang ber-KTP Aceh Utara. Walaupun secara aturan tidak diatur, supaya orang tersebut mempunyai tanggung jawab moral untuk daerah ini maupun masyarakat dan untuk dunia olahraga yang dapat mengharumkan nama daerah, itu tujuannya. Ini bukan bermaksud saya ingin naik sebagai ketua umum, itu tidak ada," ungkap Ismed.

Sekretaris Umum KONI Aceh Utara, Maimun, dikonfirmasi portalsatu.com, membenarkan panitia Musorkab sudah membuka pendaftaran calon ketua umum untuk periode 2019-2023 sejak 28 Mei sampai 13 Juni 2019. "Itu segala sesuatu melalui tim penjaringan yang terdiri Hafnalisa, Zulfikar dan Saiful Yusuf," katanya.

Dia menyebutkan, Musorkab KONI Aceh Utara direncanakan dilaksankan pada 15-16 Juni 2019. "Namun untuk lokasi acaranya belum ditentukan secara jelas, rencana awal di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, tetapi itu belum pasti," ujar Maimun.

Maimun menyebutkan, pihaknya juga sudah pernah melakukan musyawarah dengan pengurus cabang terkait Musorkab tersebut. "Intinya begini, kalau memang beliau (Ismed) ada calon untuk mengajukan bakal calon KONI Aceh Utara periode 2019-2023 maka silakan saja mencari dukungan dari cabang-cabang sebagai persyaratan, dibuka untuk umum, tidak tertutup. Artinya, masih ada sisa waktu untuk mengajukan calon atau kandidat tiga hari lagi, karena kita juga sudah membentuk tim penjaringan maka mekanismenya melalui itu," katanya.

"Beliau (Ismed) tidak ada persoalan atau masalah apa-apa dengan KONI Aceh Utara, cuma waktu itu kita duduk dengan para pengurus cabang yang ada. Itu kan nanti dalam Musorkab juga semua pengurus akan dilibatkan, para pengurus KONI Aceh Utara yang sudah berakhir pada 19 Mei 2019 itu nantinya akan disurati untuk menghadiri saat pelaksanaan Musorkab".

"Sebelumnya kita sudah membentuk panitia dan menyurati KONI Aceh untuk dapat diperpanjang masa kepengurusan KONI Aceh Utara, karena pada Mei 2019 lalu memasuki bulan suci Ramadhan sehingga tidak bisa kita laksanakan Musorkab. Jadi, kita harus menunda musyawarah setelah lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, maka SK KONI Aceh Utara sudah diperpanjang selama enam bulan ke depan atau sampai November 2019," ujar Maimun.

Menurut Maimun, dengan adanya perpanjangan SK kepengurusan tersebut makanya dilaksanakan Musorkab KONI secepatnya. Adapun syarat untuk maju dalam pemilihan calon ketua umum KONI Aceh Utara, kata dia, harus mendapat dukungan dari pengurus cabor minimal 35 persen dari 29 cabor yang ada di Aceh Utara.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.