20 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Olahraga Panahan, Hobi yang Sunah

...

  • Rino
  • 16 August 2018 23:35 WIB

Para pemanah dari klub Johan Pahlawan Horseback Archery, Meulaboh. @Dok. Portalsatu.com/Rino Abonita
Para pemanah dari klub Johan Pahlawan Horseback Archery, Meulaboh. @Dok. Portalsatu.com/Rino Abonita

MEULABOH - Olahraga panahan menjadi hobi baru di Meulaboh, Aceh Barat. Olahraga yang memerlukan konsentrasi pikiran dan kekuatan fisik ini, mulai menjadi tren di bumi Teuku Umar sejak 2017 lalu. 

Sekelompok anak muda bahkan membentuk sebuah klub yang menjadi wadah para pemanah di Meulaboh. Klub tersebut diberi nama Johan Horseback Archery. Berbeda dengan tehnik memanah pada umumnya, di klub ini, anggotanya khusus menggunakan tehnik olahraga memanah di atas kuda. 

Ketua Klub Johan Horseback Archery, Muhammad Satria Bangun, mengatakan, klub tersebut ia bentuk bersama tiga rekannya, Reza, Luthfi, dan Adit pada 26 April 2018 lalu. Pada 28 - 29 Juli lalu, klubnya bersama Kutaraja Horseback Archery pernah melakukan sosialisasi dan pengenalan tehnik dasar di Banda Aceh. 

"Terbentuk 26 April 2018, dan sudah mengajukan diri ke organisasi nasional, Persatuan Pemanah Berkuda Indonesia (Perdana). Kita bentuk klub karena punya hobi yang sama, sering ketemu, lanjut buat komunitas, dan akhirnya terbentuk klub," ujar Satria, saat ditemui portalsatu.com, di ground (lapangan panahan) klubnya, di Gampong Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Kamis, 16 Agustus 2018, sore. 

Memanah bagi Satria merupakan hobi menarik. Selain memanfaatkan kekuatan fisik, seorang pemanah dianjurkan memiliki fokus dan ketenangan agar mengenai target. Selain itu, lanjutnya, Nabi Muhammad menyarankan dalam hadisnya, untuk memanah. 

“Rasulullah menganjurkan memanah. Seperti dalam hadisnya, yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari/Muslim, 'Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah'. Jadi memanah ini sesungguhnya termasuk sunnah," sebut lelaki yang mengaku sudah lama hobi memanah sejak masih tinggal di Bogor dulu. Ia juga sempat membentuk klub memanah di Palembang.

Selain itu, lanjutnya, memanah juga dibahas oleh beberapa ahli ilmu agama, seperti Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dalam salah satu kitabnya, Furusiyah Muhammadiyah. Satria dan rekan-rekannya latihan memanah setiap sore di ground memanah yang mereka buat sendiri seluas sekira 30 x 15 meter. Klub memanah yang diketuainya ini membuka kursus memanah, bagi semua usia dan kalangan. 

"Latihan tiap hari. Saat sore. Ada kelas untuk umum, mahasiswa, ibu-ibu, anak-anak. September nanti juga sudah aktif tempat latihan di Banda Aceh. Kebetulan kita buka juga disana. Baik anggota dan yang ikut latihan, meningkat terus tiap harinya," katanya. 

Satria menyebutkan, untuk memanah, yang perlu dipersiapkan ialah, busur, anak panah, target (face target), bantalan target (terbuat dari eva foam, bahan bermaterial sejenis gabus) dan lapangan panahan (ground). Harga busur panah, variatif. Mulai dari Rp300 ribu hingga puluhan juta. Sedangkan anak panah Rp700 ribu hingga Rp1 juta per lusin.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.