25 May 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Amnesty Internasional Jangan Intervensi Hukum di Indonesia

...

  • portalsatu.com
  • 18 November 2016 08:02 WIB

Ahok. @detik.com
Ahok. @detik.com

SEBELUMNYA saya berikan apresiasi kepada pihak penegak hukum karena telah melaksanakan, sampai saat ini, kasus Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara profesional hingga ditetapkan sebagai tersangka. Akan tetapi, masih belum profesional apabila Ahok tidak ditahan (penjara) setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Kita mengharapkan supaya penegak hukum melaksanakan aturan di Indonesia secara bijaksana, betapa banyak rakyat Indonesia yang ditetapkan sebagai tersangka kemudian melepaskan nafasnya di dalam jeruji besi. Kenapa Ahok tidak ditahan juga demikian?

Saya menyarankan, apabila Ahok tidak ditahan (penjara) maka semua tersangka dalam setiap kasus tindak pidana untuk tidak ditahan (penjara) hingga proses hukum selesai, apapun alasannya. Karena pada dasarnya semua orang sama di mata hukum.

Menyangkut intervensi kelompok HAM Amnesty Internasional, sebaiknya kelompok tersebut jangan ikut campur masalah hukum yang ada di Indonesia. Jangan memprovokasi masalah bahwa Indonesia, mengklaim punya toleransi terhadap berbagai agama di Indonesia. Dan kemudian menganggap bahwa Kasus kriminal terhadap Ahok merupakan intoleransi terhadap agama lain di Indonesia.

Anggapan tersebut menurut saya bahwa kelompok HAM Amnesty Internasional telah keliru dalam memahami hukum di Indonesia. Mereka sangat dangkal dalam memahami Pancasila dan UUD 1945, hingga menyerukan pihak kepolisian untuk menghentikan penyidikan kriminal atas Ahok.

Pat dijak beut awak nyan masalah HAM? (Dimana mereka belajar masalah HAM?). Kalau tidak paham dan tidak mengerti apa itu HAM yang sebenarnya, saya bersedia untuk mengajari mereka hingga paham tentang apa makna HAM yang sebenarnya bagi manusia.

Jangan hanya menyerukan dan melindungi kebebasan hak seseorang tanpa memikirkan hak orang lain. Misalnya, seseorang mengucapkan kata-kata kotor kepada orang lain, sedangkan orang lain sakit hati dan marah hingga terjadinya perkelahian. Dalam kasus ini kedua orang tersebut mempunyai hak masing-masing pada dasarnya, yaitu hak untuk mengatakan apapun dan hak untuk tidak dikatakan apapun terhadap dirinya (kecuali hal yang diucapkan diperbolehkan bagi seseorang).

Begitu juga dengan toleransi yang ada di Indonesia, Pancasila dan UUD 1945 yang sudah sangat jelas memaparkan bahwa maksud dan makna toleransi di Indonesia adalah saling menghargai antar satu agama dengan agama yang lain, artinya tidak menistakan agama orang lain, apabila seseorang menistakan agama orang lain maka akan diproses dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Karena jika pelaku penistaan agama di Indonesia tidak diproses, maka toleransi agama akan hancur, dan akibat daripada hal tersebut adalah terpecahbelahnya Negara Indonesia dan akan berpotensi konflik agama secara terus menerus.

Meminimalisir konflik perang lebih mudah daripada mengatasi konflik antar satu agama dengan agama yang lain, karena bila satu agama konflik dengan agama lain maka lebih dahsyat peperangannya, dibandingkan peperangan karena meraih kekuasaan semata.[]

Muksalmina MTA
FB : Muksalmina Mta
twitter : @Muksal_Mta

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.