25 June 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Benarkah Karena Didemo Gubernur Kalimantan Barat Cepat Meninggalkan Aceh?

...

  • PORTALSATU
  • 08 May 2017 10:40 WIB

ilustrasi
ilustrasi

Oleh: Muhajir Ibnu Marzuki

Mei 2017, waktu yang paling tepat untuk memperkenalkan Aceh sebagai daerah yang aman, damai dan penuh toleransi. Betapa tidak. Tiga puluh delapan ribu masyarakat Indonesia dari berbagai Provinsi mendatangi Aceh dalam rangka mengikuti serangkai kegiatan PENAS KTNA (Pameran Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan) XV.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia ke-7,  Joko Widodo,  Sabtu (6/5/2017), rencananya akan berlangsung hingga Kamis (11/5/2017).

Dalam kegiatan yang besar, pastinya banyak hal yang akan terjadi. Baik itu hal yang positif maupun negatif. Salah satu hal yang terjadi adalah perihal cepatnya Gubernur Kalbar (Kalimantan Barat) Drs. Corlenis, MH, meninggalkan Aceh, sebagai tempat di mana PENAS KTNA XV berlangsung.

Sebenarnya perihal itu hanyalah persoalan kecil dari besarnya kegiatan PENAS KTNA yang sedang berlangsung. Akan tetapi kabar tersebut hal yang harus diluruskan. Karena kabar yang awalnya dimuat di beberapa media online lokal sudah menghebohkan dunia maya (medsos, media sosial). Sehingga hal kecil ini pun menjadi besar.

Alasan lain kenapa itu harus diluruskan, ini menyangkut dengan nama baik Aceh dalam melaksanakan kegiatan besar dan terkait tata cara Aceh dalam menyambut tamu, di mana umum sudah diketahui Aceh mempunyai slogan “Peumulia Jamee, adat geutanyoe” (Memuliakan tamu, adat kita).

Pemberitaan itu mesti dikroscek ulang mengingat kabar beredar bukanlah berasal dari pernyataan Gubernur Kalbar melainkan dari penjelasan pihak manajemen hotel tempat ia menetap selama di Aceh.

Karena itulah kabar tersebut, janganlah seratus persen langsung dibenarkan. Perlu penelusuran lebih lanjut akan kebenaran berita tersebut. Seyogyanya media yang sudah memuat kabar tersebut  bertanggungjawab secara moral untuk mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan, Gubernur Kalbar. Apakah benar ia sudah meninggalkan Aceh? Apakah karena didemo atau karena memang sebatas itulah hari kunjungannya ke Aceh?

Hal mengherankan jika karena didemo seorang Gubernur dengan perangkat keamanan yang ketat diberikan negara, ia harus cepat-cepat meninggalkan suatu tempat. Dan ini sungguh lucu. Mengingat seorang pemimpin hal yang lumrah jika ia didemo dan ditolak kala mengunjungi suatu tempat.

Selain itu, juga ada kemungkinan lain. Barang kali ia masih di Aceh. Hanya saja ia sudah ‘chek out’ dari hotel tersebut dan pindah ke hotel lain. Atau malah ia sedang berwisata ria di Sabang atau tempat wisata lain di Aceh seperti Pulau Aceh, Pulau Banyak di Singkil dan tempat wisata lainnya. Karena memang Aceh negeri dengan sejuta pesonanya. Hanya saja, kepesonaan Aceh tertutupi dengan isu Aceh yang merupakan wilayah konflik dulunya.

Untuk meluruskan kabar itu, Pemerintah Aceh (Gubernur) pun seyognyanya menghubungi Gubernur Kalbar untuk mengklarifikasi, menjelaskan dan meminta pengertiannya atas tindakan yang lumrah terjadi pada seorang pemimpin kala mengunjungi suatu tempat .

 Dalam berbagai kabar, banyak kemungkinan bisa terjadi. Karena itulah, semua pihak sepatutnya menahan diri dari kabar tersebut agar tidak terjadi pembiasan. Lagi pula hal itu bukanlah yang utama. Menyukseskan kegiatan PENAS KTNA XV di mana Aceh sebagai tuan rumah adalah hal seharusnya kita proritaskan.

PENAS KTNA XV sukses, kebanggaan bagi Aceh. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin...[]

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.