18 January 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peran Mahasiswa dalam Pemira BEM Unsyiah

...

  • PORTALSATU
  • 11 December 2017 16:40 WIB

Ikhsan
Ikhsan

Ikhsan*

Wahai manusia, sesungguhnya Kami Menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal..Q.S (Al-Hujarat : 13)

Semua tahu tidak ada kesamaan tanpa perbedaan. Setiap manusia yang lahir ke dunia berasal dari keluarga yang berbeda, bisa jadi suku bangsa dan agama. Bayangkan jika semua orang terlahir sama jenis, rupa, warna, dan sempurna. Sungguh kita tak akan pernah bersyukur jika tak mampu melihat kekurangan pada diri ini.

Mahasiswa adalah anak muda yang belajar di perguruan tinggi yang berwawasan luas. Hal inilah yang membuat mahasiswa beda dengan golongan pemuda lainnya. Mahasiswa ideal memiliki ciri-ciri di antaranya adalah memiliki otonomi tinggi yang tidak terikat dengan kepentingan manapun. Kedua, berpendidikan tinggi.

Proses akulturasi yang heterogen di lingkungan kampus secara tidak langsung terjadi sosialisasi politik lebih tinggi yang memungkinkan transformasi dalam tataran nilai pada mahasiswa. Sarat akan nilai dalam konteks sosial seperti daya kritis mengharuskan mahasiswa lebih peka. Otonomi tinggi yang dimiliki harus menjadi sosial kontrol dalam gerakan moral, menjadi agen pembaharuan, pemimpin masa depan dan yang terakhir intelektual muda.

Momentum Pemilihan Raya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala adalah milik seluruh mahasiswa. Mari bersama kita jadikan kembali kampus sebagai miniatur sebuah negara. Posisi strategis dunia perguruan tinggi harus kembali pada khitahnya untuk mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang berwawasan luas sesuai namanya sebagai kaum intelektual.

Ajang tahunan ini merupakan pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Tidak ada kata bermusuhan di antara para kandidat. Karena musuh sesungguhnya bagi manusia adalah setan. Iblis senantiasa menggoda manusia setiap saat tak pernah beristirahat dan lebih sulit lagi dihadapi karena iblis itu tak nampak. Mengutip apa yang dikatakan oleh Gubernur DKI Jakarta sekarang “Lawan debat adalah teman berpikir sedangkan lawan jenis merupakan teman hidup kita tentunya."

Kata lawan harus didefinisikan teman, karena sejatinya momen ini adalah ajang bagi mahasiswa untuk mengenal mahasiswa di Unsyiah sebanyak mungkin. Jika mengikuti ajang ini kita malah mendapatkan sebaliknya lebih baik mundur saja.

Karena pemimpin itu cerminan dari warganya maka akan bijak jika calon pemilih yaitu seluruh mahasiswa Unsyiah mengenali para kandidat terlebih dahulu, pelajari perjalanan kandidat dalam mencalonkan diri, dan baca biografi singkat pengalaman organisasi kandidat.

Cari yang satu visi untuk membawa BEM Unsyiah ke depan menjadi lebih baik dan mampu mengangkat kembali peran dan fungsi mahasiswa pada jalur pengabdian. Sebagai penutup saya kembali mengutip kata-kata dari tokoh mahasiswa di masanya yang telah menggagas pembentukan Badan Eksekutif Mahasiswa yaitu Anis baswedan “saat berada di kampus mahasiswa ibarat sedang mengarungi lautan karena setelah selesai kuliah mahasiswa akan mengarungi samudera.[]

*Calon Presiden Mahasiswa Universitas Syiah Kuala 2018

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.