18 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Surat dari Korban Konflik untuk Safaruddin YARA

...

  • portalsatu.com
  • 09 May 2017 17:00 WIB

Pernyataan Safaruddin, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) yang meminta supaya kelembagan KKR Aceh dibubarkan di salah satu media di Aceh, telah melukai hati kami para korban yang selama ini sudah cukup lama menanti adanya rasa keadilan bagi kasus-kasus pelanggaran HAM yang kami alami.

Kehadiran kelembagaan KKR Aceh bagaikan mata air di tengah padang pasir yang gersang bagi kami para korban.

Kami sudah cukup lama berjuang supaya ada KKR Aceh ini. Perjuangan yang kami lakukan sudah mulai sejak tahun 2006, setelah disahkannya UU Pemerintah Aceh, akan tetapi baru bisa disahkan Qanun KKR Aceh tersebut pada 2013. 

Pada 2010, kami Komunitas Korban Pelanggaran HAM Aceh bersama dengan para mahasiswa pernah melakukan pendudukan di kantor DPR Aceh untuk mendesak pemerintah Aceh segera mengesahan Qanun KKR Aceh. Akan tetapi pada saat ini, hanyalah cek kosong yang kami dapatkan. 

Kami berharap YARA supaya meminta maaf kepada kami para korban dan keluarga korban akibat pernyataan dia tersebut. Karena selama ini kami sama sekali tidak berharap lain, selain adanya keadilan bagi kami keluarga korban. 

Kami juga mengetahui kalau Qanun KKR Aceh masih perlu adanya penyempurnaan. Akan tetapi marilah kita mulai berjalan untuk mewujudkan keadilan bagi kami dengan qanun yang ada saat ini, di tengah situasi korban dan keluarga korban yang semakin tua. Supaya kita tidak kehilangan dokumentasi secara utuh dari korban yang sudah sepuh.

*Zulkilfi Ibrahim, Ketua Solidaritas Persaudaraan Keluarga Korban Pelanggaran (SPKP) HAM Aceh.

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.