26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


[Surat Pembaca] Ta Peuphon Bak Gampong

...

  • portalsatu.com
  • 24 October 2015 19:35 WIB

Inisiatif ini tidak mungkin berjalan tanpa kesediaan tim ABL untuk tetap semangat mewujudkannya.

"Ta Peuphon bak Gampong" (Kita Mulai dari Desa / Start from Our Village)

Inisiatif ini awalnya bermula dari keresahan melihat tumpukan sampah yang sudah terlalu lama dijadikan tempat pembuangan di pinggir jalan sekitar bantaran Sungai Lamnyong, Gampong Rukoh. Kawasan ini unik karena merupakan penghubung menuju dua kampus utama Aceh (Unsyiah dan UIN). Ada pasar tradisional dan warung kopi yang populer, punya area sungai dan tanggul, serta komposisi warganya yang didominasi oleh mahasiswa kos-kosan dan keluarga. Bagi mereka yang tahu daerah ini pasti paham hal tersebut. Sehingga sangat sayang rasanya kalau Rukoh ini terus semrawut dan jorok.

Inisiatif ini kemudian berlanjut dengan terpilihnya proposal kami sebagai Prakarsa Masyarakat Terbaik dalam sayembara penyelenggaraan penataan ruang oleh Kementerian PU dan Dinas Cipta Karya Aceh bulan November 2014. Komunitas kami berhak mengelola dana untuk mewujudkan bentuk penyelenggaraan penataan ruang oleh masyarakat di Rukoh, yang nyaman, aman, produktif, dan berkelanjutan.

Baru sekitar 1 bulan lalu, Alhamdulillah akhirnya dana tersebut jelas bisa cair sehingga program ini dapat direalisasikan di Rukoh. Setelah melalui berbagai penyesuaian dari pihak PU, Geuchik, Kepala Dusun, dan beberapa rekan lainnya, maka Jumat adalah hari perdana rangkaian kegiatan Komunitas Aceh Bangun Lestari ini dimulai:

"Save Our Earth Save Our Breath"

Jumat, 23 Oktober

Bekerja sama dengan P3L (Pemuda Peduli Lingkungan) melakukan sosialisasi masalah lingkungan kepada warga Rukoh (100 peserta dari SMP, SMA, dan elemen masyarakat lainnya).

Sabtu, 24 Oktober

Pembersihan kawasan dan penanaman pohon di 10 titik kawasan bantaran Sungai Lamnyong (terbuka untuk umum).

Akan ada juga beberapa rangkaian kegiatan lain yang masih dimatangkan konsep, teknis, dan jadwalnya dalam 1-2 bulan ke depan, antara lain:

1. "Waste Management Training"

2. "Bintang Kecil Peduli Lingkungan"

3."Workshop Kelompok Informasi Masyarakat Gampong Rukoh"

4. "Workshop Ibu Pemerhati Lingkungan"

5."Workshop Pembuatan Tong Sampah Ata Geutanyoe"

6. "Festival Masyarakat Cinta Lingkungan dan Pemilihan Duta Lingkungan Gampong Rukoh".

Inisiatif ini tidak mungkin berjalan tanpa kesediaan tim ABL untuk tetap semangat mewujudkannya; Asrul Sidiq, Trisna Mulyati, Nanda Meirisya, Ivan Syaukani, Miftahul Jannah, dan beberapa warga Rukoh lain. Juga tidak mungkin berjalan tanpa kerja sama yang baik dengan berbagai lembaga pendukung; ICAIOS (International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies), Lab Tanya, P3L (Perhimpunan Pemuda Peduli Lingkungan), Komunitas Rumput Liar, dan Rujak Center for Urban Studies.

Dengan sangat terbuka kami ingin melihat lebih banyak lagi teman-teman di Aceh secara personal maupun institusi untuk ikut serta berpartisipasi bersama dan atau untuk memulai inisiatif serupa di gampong masing-masing.

Salam,

Trisna Mulyati dan Asrul Sidiq, Inisiator Komunitas ABL

 

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.