18 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dua Remaja Australia Ciptakan Motor Berbahan Bakar Jelantah di Bali

...

  • DETIK
  • 05 November 2019 12:30 WIB

Britt Koens (15 tahun) dan saudaranya Marein (17) di sekolah internasional The Green School di Bali. @abc.net.au
Britt Koens (15 tahun) dan saudaranya Marein (17) di sekolah internasional The Green School di Bali. @abc.net.au

Dua remaja asal Australia selama lima tahun ikut membuat bahan bakar biofuel untuk bus sekolah di Bali. Mereka juga membuat sepeda motor berbahan bakar minyak goreng bekas (jelantah) yang disebut-sebut yang pertama di Indonesia.

Beberapa tahun terakhir Britt Koens (15 tahun) dan saudaranya Marein (17), bersekolah di sekolah internasional The Green School di Bali. Sekolah ini menerapkan kurikulum yang unik.

Dua bersaudara ini pindah ke sekolah itu dari Pulau Curacao di Karibia pada tahun 2014. Saat itu ayah mereka memulai pekerjaan baru di negara tetangga Timor Leste.

Para siswa di sekolah hijau Bali ini bukan hanya meminta limbah minyak goreng di restoran, tetapi juga mendidik mereka tentang masalah ini.

"Mereka enggan memberikan minyak goreng bekasnya," kata Marein. "Karena mereka bisa mendapatkan uang dari situ."
Melibatkan sekolah lain

Marein sekarang sudah lulus, dan mereka berharap dapat memperluas proyek ini dengan melibatkan sekolah lain.

"Saya telah menghubungi sebuah hotel besar di Bali. Sekarang kami sudah mendapatkan minyak goreng bekas dari sana," kata Britt.

"Sehingga minyak goreng bekas yang kami dapatkan melonjak."

Bus sekolah mereka yang menggunakan biodiesel menghasilkan 80 persen lebih sedikit CO2 (karbon dioksida) daripada bahan bakar diesel biasa.

Mereka mengatakan ingin mencari metode transportasi yang lebih berkelanjutan, dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

"Proyek semacam ini terus berkembang," katanya.[]Sumber:detik.com/abc.net.au

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.