23 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Inilah Rahasia Ular Piton Membuat Mangsa Tak Berkutik Dalam Cengkeramannya

...

  • Intisari Online
  • 15 January 2019 13:00 WIB

Ilustrasi. Foto: Facebook/Widia Agil Labuku
Ilustrasi. Foto: Facebook/Widia Agil Labuku

Ular piton menyimpan beragam bahaya sebagai hewan predator. Reptil ini digolongkan sebagai hewan penyergap dengan gaya menerkam yang senyap dan ketika mangsa sudah dicengkeramnya maka ia tidak bisa berkutik lagi.

Dilansir melalui Live Science, serangan fatal ular piton mungkin sedikit terdengar dan bukan tidak mungkin manusia juga dikategorikan sebagai mangsa. Pertemuan dengan ular liar lebih umum di antara masyarakat adat yang tinggal di hutan hujan bersama ular daripada di antara orang-orang yang tinggal di daerah maju.

Sebuah penelitian 2011 diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences. Para peneliti memeriksa wawancara dengan 120 penduduk Filipina yang dilakukan pada tahun 1976, dan menemukan bahwa 15 dari 58 (26%) pria dewasa dan 1 dari 62 (2%) Wanita Agta selamat dari serangan python reticulated.

Selain itu, enam orang meninggal akibat serangan piton di sana antara tahun 1934 dan 1973, menurut informasi diperoleh dari wawancara, para peneliti menemukan.

Dalam kasus di Indonesia, bahkan setidaknya ada 2 serangan ular piton yang memangsa manusia, seperti diwartakan Associated Press.

Lantas bagaimana piton bisa melakukan serangan serapi ini hingga membuat korbannya seolah tidak berdaya bahkan manusia sekalipun?

Menurut Live Science, piton berburu dengan memilih area berbau seperti mangsa mereka, kemudian pemangsa ini akan menunggu dan menyergap mangsanya.

Sebelum menyerang dengan gigi melengkungnya, mereka melilit tubuh korban dengan kuat di sekitar tubuh yang dapat menghancurkan jantung hingga membunuhnya.

Berbeda dengan ular sanca, mereka tidak mencekiknya hingga mati.

Kemudian pada bagian selanjutnya, piton akan menelan keseluruhan tubuh mangsa. Tetapi akan lebih mudah menelan mangsa seperti ular seperti tikus, rusa, babi liar hingga monyet daripada dengan manusia, kata Brad Moon, seorang profesor biologi di University of Louisiana di Lafayette.

Itu karena ular mudah mengembangkan rahangnya untuk menelan hewan yang kecil atau yang secara bertahap dan bertambah dari kepala ke pantat.

Sebaliknya, bahu manusia yang berbentuk persegi "mungkin sulit bagi ular untuk bisa keluar," kata Moon kepada Live Science.

Mengingat hambatan bahu ini, serta ukuran substansial dari beberapa manusia, ular sanca umumnya tidak menyerang orang.

Tetapi, ular sanca tidak memakan manusia, kecuali jika ukuran orang lebih kecil dari ular sanca, mungkin saja seekor ular sanca bisa membunuh dan kemudian memakan seseorang, kata Moon.

Penulis:  Afif Khoirul M.[]Sumber: intisari.grid.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.