15 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jangan Hanya Dilarang, Korban Kecanduan 'Game' Juga Harus Disembuhkan

...

  • KOMPAS
  • 17 July 2019 12:00 WIB

Kecanduan game. @Shutterstock
Kecanduan game. @Shutterstock

Kecanduan bermain game membuat seseorang betah berlama-lama dengan permainan yang dimainkannya di gadget hingga mengesampingkan hal-hal lainnya.

Seseorang yang sudah kecanduan gameakan sangat sulit meninggalkan kegiatan itu, bahkan ketika tubuhnya sudah menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan.

Dokter ahli jiwa dari RS Gading Pluit dr. Dharmawan A. Purnama, Sp.Kj mengatakan, hal ini adalah kondisi buruk yang harus ditangani dengan segera.

“Jadi, karena ini sesuatu yang berpengaruh terhadap kinerja otak, maka kita harus mengatasi gangguan adiksi ini dengan pendekatan-pendekatan medik maupun pendekatan-pendekatan psikologis perilaku,” kata Dharmawan saat dihubungi pada Selasa (16/7/2019).

Pernyataan ini disampaikannya untuk mengonfirmasi video yang viral di media sosial dan menyebutkan bahwa perilaku seorang pria pada video tersebut karena mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan bermain game.

Dokter Dharmawangsa mengatakan, seseorang yang mengalami kecanduangame jangan hanya dilarang dan dihentikan dari rutinitasnya.

Akan tetapi, harus didampingi dan diobati agar bisa kembali beraktivitas dengan normal.

“Untuk itu perlu sekali orang-orang yang mengalami atau diduga mengalami perilaku yang adiksi segera dibawa untuk konsultasi dan menjalani terapi, bukan hanya menyetop aktivitas tersebut,” kata Dharmawangsa.

Jika hanya melarang dan menghentikan pecandu game secara paksa, yang terjadi bukan seperti yang diharapkan.

Tindakan seperti ini hanya akan menimbulkan rasa marah, frustrasi, bahkan keinginan mengakhiri hidup.

“Kita harus membantu penderita untuk melalui saat-saat ini dan kemudian melatih mengembalikan fungsi dia seperti semula, yaitu yang produktif untuk memenuhi tugas kehidupan bukan semata-mata menjadi budak dari adiksi atau kecanduannya,” jelas Dharmawan.

Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan memberikan alternatif kegiatan lain yang sifatnya melibatkan interaksi secara langsung.

“Anaknya jangan dikasih main gameterus, buatkan jadwal kegiatan, latihan olahraga, main musik, belajar bahasa asing, dan lain-lain,” kata dia.[]Sumber:kompas.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.