26 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kenapa Anak Kecil dan Hewan Tidur Lebih Lama? Ahli Temukan Jawabannya

...

  • KOMPAS
  • 20 September 2020 21:00 WIB

Tidur, ilustrasi. @Dok Majalah Bobo
Tidur, ilustrasi. @Dok Majalah Bobo

Anak kecil yang usianya di bawah lima tahun (balita) dipenuhi dengan segudang pengalaman baru. Bukan hanya pengalaman dalam arti sesungguhnya, tapi juga perubahan dramatis dalam fungsi otak. Inilah pondasi mendasar kenapa anak kecil butuh tidur lebih lama dibanding orang dewasa.

Penelitian selama sepuluh tahun yang mengulas pentingnya tidur dalam perkembangan dan pemeliharaan otak telah memberi kita gagasan tentang pentingnya tidur cukup.

Kini, para ahli AS menyempurnakan pemahaman kita tentang fungsi utama tidur dengan mengembangkan model matematika yang mengungkap bagaimana kita mengalami pergeseran perilaku tidur sejak bayi hingga dewasa.

"Saya terkejut melihat perubahan yang begitu besar dalam waktu singkat, dan perubahan ini terjadi saat kita masih sangat muda," kata Van Savage, seorang ahli ekologi dan biologi evolusi Universitas California, Los Angeles.

Meski tidur adalah satu hal yang kita alami setiap hari, ahli sebut ada banyak hal yang tidak kita mengerti. Semakin banyak kita memahami tidur, semakin kita tahu bahwa fungsinya sangat kompleks.

Bagian utama dari proses tidur adalah memasuki kondisi kesadaran yang ditandai dengan pergeseran mata saat bermimpi. Ini disebut gerakan mata cepat ( REM).

Pada orang dewasa, REM cenderung terjadi sekitar satu setengah jam setelah kita tertidur. Sementara bayi baru lahir menghabiskan fase REM setengah dari waktu tidurnya.

Seiring bertambahnya usia, saat anak berusia 10 tahun, fase REM anak berkurang menjadi seperempat dari waktu tidur mereka. Melewati usia 50 tahun, sedikitnya 15 persen dari periode tidur mencakup fase mimpi pembentuk memori.

Kita mungkin membayangkan bayi membutuhkan tidur REM untuk memperkuat otak yang sedang berkembang kemudian mengemasnya menjadi pengalaman.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya? Dilansir Science Alert, Jumat (18/9/2020), waktu istirahat adalah kesempatan yang baik bagi tubuh untuk melakukan pembersihan secara umum dan melakukan perbaikan.

Tidak mendapatkan tidur yang cukup dapat meningkatkan risiko kerusakan saraf di masa depan, seperti demensia. Namun terkait pola tidur, hanya sedikit model komprehensif yang dapat membantu memahami bagaimana dan mengapa pola tidur berevolusi.

Sebab itu, para peneliti mengganbungkan ilmu saraf, biologi, dan matematika data dari puluhan studi tentang tidur untuk mengetahui apakah hubungan umum antara waktu yang dihabiskan dalam tidur REM dan ukuran tubuh mencerminkan beberapa hal tentang bagaimana kita berkembang.

Tim menemukan bukti adanya hubungan antara ukuran tubuh dengan jumlah waktu tidur yang dibutuhkan. Pada anak-anak berusia muda, otak tumbuh lebih cepat daripada bagian tubuh lainnya dan membutuhkan banyak fokus untuk membangun koneksi.

Namun hubungan antara pertumbuhan otak dan kebutuhan pemeliharaan adalah proporsional. Setelah otak dibangun, tidur diperlukan untuk memelihara otak. Pengukuran awal dari tiga hewan lain - kelinci, tikus, dan marmut - juga memberikan beberapa wawasan tentang pola tidur.

Analisis mengungkapkan jumlah konsistensi yang mengejutkan di seluruh spesies, dengan potensi penurunan yang ditandai dalam tidur REM seperti perkembangan manusia. Perubahan ini terus terjadi menunjukkan ini mungkin penting untuk perkembangan mamalia.

Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan kuat dari model perkembangan mamalia secara umum, atau mengetahui apakah model tersebut dapat diterapkan lebih luas lagi pada hewan lain.

Namun pendekatan matematis seperti ini membuka penelitian untuk menguji apakah transisi besar dalam tujuan utama tidur adalah tahap perkembangan umum di seluruh kerajaan hewan, atau apakah otak balita manusia memiliki spesialisasi dalam hal ini.

"Otak melakukan sesuatu yang sangat menakjubkan dan sangat berbeda selama periode itu," kata Savage. "Apa konsekuensi dari itu, dalam hal kemampuan kita untuk belajar bahasa atau menyesuaikan otak kita dengan situasi yang berbeda?"

Penelitian ini dipublikasikan di Science Advances.[]

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenapa Anak Kecil dan Hewan Tidur Lebih Lama? Ahli Temukan Jawabannya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2020/09/20/180200723/kenapa-anak-kecil-dan-hewan-tidur-lebih-lama-ahli-temukan-jawabannya?page=all#page2.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.