19 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Rusia Akan Menawarkan Spacewalk bagi Turis Antariksa pada 2019

...

  • TEMPO
  • 03 February 2018 09:45 WIB

Stasiun luar angkasa ISS dibangun pertama kali pada 20 November 1998. Stasiun luar angkasa ISS mengorbit di ketinggian 410 Km, dan terbang dengan kecepatan 27.600 Km/Perjam. Dailymail
Stasiun luar angkasa ISS dibangun pertama kali pada 20 November 1998. Stasiun luar angkasa ISS mengorbit di ketinggian 410 Km, dan terbang dengan kecepatan 27.600 Km/Perjam. Dailymail

Seorang pejabat industri antariksa Rusia pada hari Kamis, 1 Februari 2018, mengatakan negara itu berencana untuk mengirim wisatawan  ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk melakukan spacewalk (keluar dari ISS) untuk pertama kalinya, sebagaimana dilaporkan Daily Mail.

Rencana itu akan bergantung pada sebuah modul baru yang bisa mengangkut hingga enam wisatawan ke stasiun luar angkasa yang mengorbit untuk perjalanan 10 hari.

Tapi, biayanya tidak akan murah. Pejabat Rusia memperkirakan liburan luar angkasa bisa menghabiskan biaya sebanyak US$ 100 juta (Rp 1,3 triliun).

"Kami sedang mendiskusikan kemungkinan mengirim turis ke antariksa," kata Vladimir Solntsev, kepala perusahaan antariksa Rusia Energia, kepada tabloid Rusia, Komsomolskaya Pravda.

"Analis pasar telah mengkonfirmasi hal ini: orang-orang kaya siap untuk membayar biaya itu," Solntsev mengatakan kepada surat kabar tersebut.

Dia mengatakan bahwa biaya perjalanan semacam itu bisa mencapai sekitar $ 100 juta (80 juta euro), dan 'mungkin lebih sedikit untuk turis pertama'. Para wisatawan akan bisa melakukan aktivitas di luar stasiun dan membuat film atau klip video.

Energia, yang berada di balik peluncuran manusia pertama di luar angkasa, Yuri Gagarin, pada tahun 1961, saat ini sedang membangun sebuah modul baru yang dijuluki NEM-2 untuk mengangkut wisatawan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Solntsev mengatakan NEM-2, yang namanya masih harus dikonfirmasi, akan menampung empat sampai enam orang. Modul ini akan dilengkapi dengan kabin nyaman, dua toilet dan akses internet. "Ini bakal diluncurkan pada 2019," katanya.

Dia menambahkan bahwa pabrikan pesawat terbang Amerika Boeing pun tertarik untuk menjadi mitra dalam proyek tersebut.

"Lima sampai enam turis setahun akan bisa melakukan perjalanan luar angkasa hingga 10 hari," kata Solntsev.

Pariwisata luar angkasa adalah sektor yang sedang berkembang yang saat ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan Barat, seperti Virgin Galactic yang berbasis di AS, yang meluncurkan SpaceShipTwo komersialnya pada tahun 2016.

Rusia mengirim pendiri Cirque du Soleil asal Kanada, Guy Laliberte, ke luar angkasa pada tahun 2009. Miliarder itu menghabiskan dua minggu di ISS. Pengusaha Iran-Amerika Anousheh Ansari menjadi turis antariksa wanita pertama di tahun 2006. | sumber : tempo

Editor: IHAN NURDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.