15 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Soal Keamanan, Lebih Bahaya Mana Facebook atau FaceApp?

...

  • MERDEKA
  • 24 July 2019 16:00 WIB

Aplikasi FaceApp. @CNN.com
Aplikasi FaceApp. @CNN.com

Aplikasi FaceApp dalam beberapa hari terakhir tengah mendominasi media sosial, seperti Instagram maupun Twitter. Sebab, aplikasi besutan pengembang Rusia itu kini hadir dengan kemampuan yang makin baik, sehingga tidak terlihat merupakan hasil rekaan.

Namun, kepopuleran aplikasi ini bukannya tanpa masalah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kepemilikan foto yang diunggah untuk diedit melalui aplikasi FaceApp.

Dalam ketentuan yang diberikan pada pengguna, FaceApp memang menyebut mereka dapat menjual atau mendistribusikan foto dari pengguna. Tidak hanya itu, foto yang diunggah tidak langsung terhapus dari server.

Menyoal ketentuan itu, pakar keamanan siber Pratama Persadha mengatakan hal itu wajar dilakukan aplikasi yang menawarkan layanan gratis. Jadi, salah satu yang dapat dilakukan adalah menjual foto untuk tujuan komersial.

Akan tetapi, langkah yang dilakukan FaceApp itu sebenarnya tidak sampai seperti yang dilakukan Facebook dan Instagram. Sebab, kedua media sosial itu mengolah data para penggunanya dan dapat dijual pada pihak ketiga.

"FaceApp hanya mengumpulkan foto. (Jadi) ada kekhawatiran foto tersebut dikumpulkan untuk nantinya membuka password smartphone kita. Kemungkinan itu ada, tapi masih terlalu jauh," tuturnya.

Oleh sebab itu, Pratama menuturkan sekilas sebenarnya Facebook, Instagram, dan Google jauh lebih berbahaya bagi privasi pengguna ketimbang FaceApp. Akan tetapi, dia memang mengatakan sebaiknya orang penting tidak memakai aplikasi ini.

Alasannya, dengan menggunakan media sosial, pihak luar akan lebih mudah melakukan profiling terhadap orang penting tersebut. Karenanya, beberapa negara mengimbau pada para pejabat atau militer tidak bermain media sosial.

"Secara umum, apa yang dituangkan FaceApp adalah hal biasa dan banyak dilakukan aplikasi lain, seperti akses ke kamera dan kontak smartphone," tutur Pratama mengakhiri pembicaraan.[]Sumber: Liputan6.com/merdeka.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.