23 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Wajah Glamor Ibu Firaun Dicetak Ulang dengan Teknologi 3D

...

  • TEMPO
  • 12 February 2018 19:00 WIB

Wajah Ratu Nefertiti, ibu dari Raja Tutankhamun (Firaun), telah dihidupkan kembali menggunakan teknologi pencitraan 3D terbaru. @Travel Channel/Daily Mail
Wajah Ratu Nefertiti, ibu dari Raja Tutankhamun (Firaun), telah dihidupkan kembali menggunakan teknologi pencitraan 3D terbaru. @Travel Channel/Daily Mail

LONDON - Wajah glamor Ratu Nefertiti yang merupakan ibu dari Raja Firaun (Phroh Amenhotep IV) telah diciptakan kembali menggunakan teknologi pencitraan 3D terbaru. Hal tersebut dilakukan oleh ilmuwan University of Bristol dan Creative Director dari rumah mode Dior.

Ahli Mesir dari Universitas Bristol, Aidan Dodson, mendapatkan izin dari Kementerian Urusan Barang Antik Mesir dan Museum Mesir untuk memindahkan kotak kaca pelindung guna memeriksa mumi tersebut. Dengan teknologi pencitraan 3D terbaru, wajah dipetakan secara digital untuk membuat replika kepalanya. 

Secara digital, ilmuwan tersebut telah memetakan wajah ratu kuno itu dan akan disiarkan di Expedition Travel Channel AS pada Rabu malam waktu setempat, 14 Februari 2018. Hal tersebut dilakukan untuk membuat rekonstruksi yang akurat dan dan membutuhkan waktu 500 jam bagi paleoartist Elisabeth Daynes untuk menciptakan kembali wajah sang Ratu.

Berdasarkan laporan laman Daily Mail pada 9 Februari 2018, untuk menciptakan kembali patung beserta perhiasannya butuh waktu sekitar 500 jam atau setara dengan 20 hari. Namun, warna kulit ratu berusia 3.400 tahun itu telah menimbulkan kontroversi karena dibuat berkulit putih.

Patung ratu ini memberikan gambaran yang akurat tentang bagaimana penampilannya selama hidup dan memperkuat teori bahwa mumi ibu kandung dari raja Tutankhamun itu benar dijuluki sebagai wanita yang awet muda.

Nefertiti, memerintah Mesir 3.300 tahun yang lalu dari tahun 1336 sampai 1353 SM. Nama lahirnya adalah Neferneferuaten Nefertiti yang berarti kecantikan indah telah datang. Kekuatan dan daya tariknya pada abad ke 14 SM di Mesir begitu hebat sehingga mendapatkan julukan “Lady of All Women, Great of Praises, hingga Sweet of Love.”[]Sumber:tempo

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.