24 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pesona Wisata Kota Juang: Kuliner, Alam hingga Sejarah

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 09 September 2018 17:40 WIB

Rika Munanda. @istimewa
Rika Munanda. @istimewa

BIREUEN – "Kota Juang", itulah julukan untuk Kabupaten Bireuen, yang menjadi wilayah otonom sejak 12 Oktober 1999 hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Utara. Tak hanya terkenal dengan aneka kulinernya, Bireuen juga memiliki destinasi wisata yang tersebar di sejumlah kecamatan. Bagi para pecinta kuliner dan traveling, Bireuen bisa dijadikan sebagai tujuan di akhir pekan bersama teman dan keluarga.

Duta Wisata Bireuen 2018, Rika Munanda, 18 tahun, kepada portalsatu.com, Minggu, 9 September 2018, menyebutkan, Bireuen memiliki pesona wisata yang luar biasa, mulai dari alam, budaya, kuliner, religi hingga sejarah.

“Salah satu wisata alam yang paling tersohor di Bireuen, Batee Iliek di Kecamatan Samalanga. Tapi tahukah bahwa di kecamatan tersebut juga ada air terjun piramida yang sangat indah. Tak hanya itu, di Pandrah juga ada air terjun Ceuraceu, di Peusangan Selatan ada air terjun Panton Luah, lalu di Simpang Mamplam ada air terjun Ie Rhop,” ujar Rika.

Selain itu, pesona Krueng Simpo dan Bukit Gamban di Juli, serta Paya Nie di Kutablang cukup memikat. Untuk pantai, Bireuen memiliki beberapa lokasi yang bisa menjadi pilihan. Di antaranya, Pantai Lapang di Gandapura, Pantai Kuala Jangka di Jangka, Pantai Ujong Blang dan Kuala Raja di Kuala, Pantai Reuling Manyang di Pandrah dan Pantai Calok di Simpang Mamplam.

Wisata kuliner, kata Rika, Bireuen sangat terkenal dengan rujak manis dan bakso gatok Kutablang, rujak Batee Iliek, kanji Samalanga, pulot iji Cot Batee Geulungku, keripik dan nagasari Bireuen, sate matang, rujak Cot Buket, serta tidak ketinggalan mie kocok dan mie caluek Geurugok.

“Bireuen memiliki dua bentuk wisata budaya, yaitu tangible (bentuk benda) dan intangible (tidak benda). Berbentuk benda itu seperti kerajinan tangan anyaman tikar di pesisir Gampong Meunasah Meucap, Kecamatan Peusangan. Sementara bukan benda, seperti tari ratoeh bruek dari Juli, tok-tok trieng ijo dari Gandapura, rabbani wahed dari Samalanga, maupun seni lainnya di pesisir utara Aceh seperti rapai, seudati dan tari ranup lampuan,” kata Rika.

Budaya lainnya, kata Rika, dapat dilihat pada berbagai acara adat, seperti perkawinan, khitanan, kenduri sawah, kelahiran maupun kematian.

“Dari segi wisata sejarah dapat dilihat di Meuligoe Bupati yang menjadi saksi Bireuen pernah menjadi ibukota Indonesia, walau sesaat. Kemudian ada Makam Syuhada Lapan, tugu perjuangan Krueng Panjoe, sejarah Tun Sri Lanang, sejarah Kesultanan Jeumpa, Cot Panglima, serta benteng peninggalan masa penjajahan di Gle Glok. Jika ingin berwisata religi, silakan berkunjung ke Masjid Agung Sultan Jeumpa, makam Habib Bugak, makam Teungku Chik Awe Geutah, maupun Kota Santri di Samalanga,” ujar Rika Munanda.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.