13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ada 'Air Mata Pengantin' dan 'Laksamana Mengamuk' di Stan IPMR-Aceh Expo Unsyiah

...

  • Jamaluddin
  • 04 November 2018 20:00 WIB

Stan IPMR-Aceh Expo Unsyiah Fair XIII. @Istimewa
Stan IPMR-Aceh Expo Unsyiah Fair XIII. @Istimewa

BANDA ACEH - Berbagai jajanan dan kuliner disajikan di stan Expo Unsyiah Fair XIII, Kompleks Pelajar Mahasiswa Darussalam, Banda Aceh, yang berlangsung sejak 2 hingga 7 November 2018.

Turut dipamerkan kuliner khas Provinsi Riau, yakni 'air mata pengantin' dan 'laksamana mengamuk'. Namanya yang unik membuat sejumlah pengunjung penasaran dan ingin mencoba kuliner dari Bumi Melayu Lancang Kuning yang dijual di stan Ikatan Pelajar Mahasiswa Riau (IPMR) Aceh tersebut.

Pengunjung bernama Ninda ikut merasa penasaran dengan minuman air mata pengantin. "Air mata pengantin, karena warna sama namanya unik, minumannya enak, kayak ada manis-manis asamnya gitu dan jelly-nya juga manis. Jadi terasa lebih segar setelah nikmatnya," kata Ninda saat berkunjung ke stan Expo Unsyiah Fair XIII, Minggu, 4 November 2018.

Chairani, penjual kuliner khas Riau menjelaskan sedikit komposisi campuran dari kedua bahan itu sehingga bisa menyegarkan. Lalu, ia juga menceritakan secara singkat sejarah dari dua minuman tersebut. Minuman air mata pengantin, berawal dari tradisi masyarakat Riau yang selalu menyediakan minuman ini saat acara pernikahan.

"Berhubung pernikahan identik dengan kebahagiaan, maka minuman ini lambat laun disebut sebagai air mata pengantin. Air mata tersebut adalah air mata kebahagiaan dari pihak pengantin," kata Chairani akrab disapa Rani.

Terkait rasanya, Rani menyebutkan, campuran sederhana yang dipakai adalah agar-agar dengan variasi warna merah, kuning, dan hijau, sehingga menarik untuk dilihat. "Setelah itu ditambah selasih, sirup manis berwarna merah, serta sirup warna jingga, rasa jeruk," ujarnya.

Berbeda dengan minuman air mata pengantin yang identik dengan kebahagiaan, minuman laksamana mengamuk memiliki cerita tersendiri bagi masyarakat Riau.

Rani menjelaskan, berdasarkan cerita, minuman berbahan dasar buah kuini dan dicampur santan, gula, selasi, serta agar-agar ini berawal dari legenda seorang laksamana yang merasa sakit hati karena istrinya direbut seorang raja. Melampiaskan amarahnya, ditebaslah seluruh pohon kuini yang ada di rumahnya hingga buah tersebut terpotong-potong kecil.

"Kemudian salah seorang ibu berinisiatif untuk memanfaatkan buah kuini itu untuk dijadikan minuman. Minuman itulah yang kini dikenal laksama mengamuk," kata Rani.

Adapun harga minuman itu cukup terjangkau. Air mata pengantin Rp10 ribu per porsi dan laksamana mengamuk Rp12 ribu/porsi.[](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.