20 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Apa Itu Wisata Halal?

...

  • IHAN NURDIN
  • 07 September 2016 12:30 WIB

ilustrasi
ilustrasi

BANDA ACEH - Apa itu wisata halal? Pertanyaan ini mungkin masih bercokol di benak kita. Pemerintah saat ini memang sedang gencar-gencarnya mempromosikan wisata halal, khususnya Provinsi Aceh yang ikut ambil bagian di ajang Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016.

Pemenang kompetisi ini akan mewakili Indonesia di World Halal Travel Award di Dubai nantinya. Klik  http://bit.ly/voteaceh atau halaltourism.id untuk vote Aceh di kompetisi ini.

Creative Strategic Expert, Taufan Permadi, yang sukses menggaungkan wisata halal Lombok hingga ke kancah internasional membagikan pengalamannya di kegiatan "Optimalisasi Peningkatan Wisata Halal Melalui Media Sosial" yang dibuat Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Indonesia di Banda Aceh, Selasa, 6 September 2016.

Ia menjelaskan, pengembangan wisata halal sering menjadi masalah karena mayoritas masyarakat Indonesia yang muslim sudah merasa 'halal'. Padahal kata dia, halal yang dimaksud bukanlah untuk 'tuan rumah' melainkan untuk wisatawan, khususnya wisatawan yang berasal dari negara-negara Islam seperti Timur Tengah.

"Wisata halal itu harus di-declare, kita masih punya pemahaman yang salah tentang wisata halal, saat mengklaim kita sebagai negara muslim terbesar kita sudah yakin wisatawan Timur Tengah akan datang ke Indonesia, padahal wisatawan datang ke suatu destinasi itu karena fasilitas yang disediakan," kata Taufan.

Secara spesifik kata dia, yang menjadi 'ruh' dari wisata halal adalah rahmatan lil alamin yang merujuk pada membawa kesejahteraan bagi seluruh alam. Jadi, kata Taufan, yang ditonjolkan dari wisata halal ini adalah nilai-nilai keindahan, keamanan, kenyamanan, pesona suatu daerah, keramah-tamahan budaya dan masyarakatnya, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Islam.  "Bukan sex, drug atau alkohol," katanya.

Menurutnya ada tiga hal yang menjadi dasar dalam pengembangan wisata halal yaitu makanan halal, kamar mandi ramah muslim dan kemudahan tempat ibadah. Ia mencontohkan makanan halal, selain menjadi syarat mutlak bagi wisatawan muslim juga sangat disukai wisatawan non muslim karena sehat dan higienis.

Selain menjadi alternatif layanan wisata, wisata halal diharapkan juga menjadi gaya hidup dan peluang bisnis bagi pelaku usaha. Dan yang terpenting kata dia wisata halal ini bukanlah arabisasi atau islamisasi.

Ia juga menjelaskan, mengapa pemerintah menggaungkan konsep 'wisata halal' dan bukan 'wisata syariah' untuk daerah yang menerapkan syariat Islam seperti di Aceh. Wisata halal menurutnya lebih marketable dan mudah diterima semua kalangan.[](ihn)

Editor: IHAN NURDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.