13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Debu Meriahkan ACIRAF 2018, Ini Kata Mustafa Soal Rapai

...

  • Fazil
  • 07 November 2018 07:50 WIB

@Fazil/portalsatu.com
@Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Grup band musik Debu memeriahkan Aceh International Rapa’i Festival (ACIRAF) 2018, di Stadion Tunas Bangsa, Kota Lhokseumawe, Selasa, 6 November 2018, malam.

Band bermaterikan Daood Abdullah (drum), Fatimah Husniah (baglama (saz), biola), Layla Wafiyah (harpa, kanoon, tambur & vokalis), Ali Mujahid Abdullah (bass & backing vocal), Kumayl Mustafa Daood (vokalis utama, oud, biola, komposer & pengaransir), Naimah Mahmoud (mandolin, perkusi, oud) dan sejumlah pemain lainnya, tampil memukau di panggung utama menghibur pengunjung ACIRAF tersebut.

Band bernuansa perkusi islami itu turut membawa sejumlah lagu yakni Doa Cinta, Astaghfirullah, Asyik Nama Allah, dan Ampunilah Saya. Persembahkan Mustafa dan kawan-kawan, membuat penonton tampak antusias menyaksikan  mereka hingga berakhirnya penampilan grup musik asal Amerika Serikat tersebut.

"Kita tampil pada event ACIRAF 2018 untuk menghibur masyarakat Kota Lhokseumawe, dan sambutannya pun luar biasa. Event besar seperti ini diharapkan terus terselenggarakan di Aceh untuk ke depan secara berkelanjutan, karena Aceh memiliki ragam adat dan budaya yang berpotensi besar dalam memajukan daerah," kata sang vokalis, sekaligus pimpinan grup tersebut, Mustafa, kepada para wartawan, usai tampil pada ACIRAF, Selasa, malam.

Karena, menurut Mustafa, khususnya di Aceh setiap desa (gampong) rapai itu memang dimiliki masyarakat. Aceh juga kaya dengan kesenian budaya yang tidak dapat diragukan lagi, bahkan alat musik tradisional atau rapai Aceh sudah dikenal masyarakat dunia, maka pertahankan serta melestarikan dengan baik supaya tetap terjaga agar dapat diteruskan oleh  penerus bangsa khususnya Aceh untuk ke depan.

"Kita bangga bisa tampil di hadapan masyarakat Aceh, dan suatu kehormatan besar bagi kami dalam momentum ini. Salam untuk masyarakat Aceh," ungkap Mustafa.

Usai penampilan Grup Musik Debu, ikut tampil Joel Pasee bersama komunitas musisi tradisi Aceh “Geunta Pasee”, yang diakhiri penampilan para perkusi musik berasal dari India, Thailand, dan Bengkalis.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.