13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Jumlah Dana Penyelenggaraan ACIRAF 2018 di Lhokseumawe

...

  • Fazil
  • 08 November 2018 14:50 WIB

Atraksi debus diiringi rapai pada malam penutupan ACIRAF 2018. @Fazil/portalsatu.com
Atraksi debus diiringi rapai pada malam penutupan ACIRAF 2018. @Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Aceh International Rapai Festival (ACIRAF) 2018 resmi ditutup oleh Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Rabu, 7 November 2018, malam.

Ketua Pelaksana ACIRAF 2018, Ivan Feriadi, mengatakan, apapun kelemahan dan kekurangan dalam serangkaian festival rapai dan perkusi Aceh untuk dunia tersebut, menjadi pelajaran baru bagi seluruh panitia yang terlibat dalam kegiatan itu.

"Karena memang menyelenggarakan event berskala internasional itu tidak mudah, tentu masih banyak ilmu-ilmu yang harus kita kaji lebih dalam. Kita melihat sektor parawisata perlu dikembangkan, karena akan meningkatkan proses perputaran ekonomi mikro di dalamnya sehingga menjadi lebih mapan," kata Ivan Feriadi kepada portalsatu.com, Kamis, 8 November 2018.

Ivan Feriadi menyebutkan, anggaran untuk penyelenggaraan ACIRAF 2018 dikucurkan Pemerintah Aceh sekitar Rp1,4 miliar bersumber dari APBA. Selain itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe yang menjadi tuan rumah, juga mengucurkan anggaran dari APBK senilai Rp300 juta lebih melalui dinas terkait.

Menurut Ivan, pihak Kementerian Parawisata RI turut membantu. Namun, kata dia, tidak dalam bentuk kucuran uang, tapi lebih kepada pengadaan seperti talen, iklan di stasiun televisi dan bentuk lainnya yang dikelola Kementerian Parawisata.

"Untuk mengembangkan event tersebut, sejumlah sponsor seperti Bank Aceh, Pertamina, Bank Indonesia, BNI, dan ada beberapa pihak lainnya yang ikut membantu dari segi peralatan. Mereka tidak menyediakan dalam bentuk dana, tetapi dalam bentuk peralatan untuk terwujudnya ACIRAF 2018, dan Alhamdulillah telah selesai," ujar Ivan.

Ivan menambahkan, pihaknya melihat para delegasi yang mengikuti ACIRAF tersebut, mereka merespons sangat antusias untuk bisa kembali lagi ke Kota Lhokseumawe dengan event yang berbeda, karena mereka mengakui merasakan kenyamanan di Aceh atau Lhokseumawe khususnya.

"Namun perlu ada penekanan sedikit kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe, agar ke depan dapat melakukan pembenahan-pembenahan dari sektor parawisata, infrastruktur dibenahi supaya bisa memberikan kemudahan kepada sejumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah kita ini," ujar Ivan.[]
 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.