25 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Direktur Poltekpar Palembang Soal Pengembangan Wisata Halal di Aceh

...

  • Fazil
  • 09 April 2019 18:20 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, Dr. Zulkifli Harahap, mengatakan, saat ini pemerintah melalui Kementerian Pariwisata sedang mengembangkan 10 destinasi “Bali Baru” untuk mendongkrak pemerataan pariwisata Indonesia. Menurut dia, 10 destinasi “Bali Baru” itu tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Hal itu disampaikan Zulkifli Harahap kepada portalsatu.com usai bimbingan teknis pengembangan wisata religi dan budaya di Kota Lhokseumawe, yang diadakan Kementerian Parawisata (Kemenpar) Republik Indonesia melalui Poltekpar Palembang, di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Selasa, 9 April 2019.

Baca juga: Direktur Poltekpar Palembang: Potensi Wisata Lhokseumawe Cukup Besar, Mau Dijadikan PAD atau Tidak?

Menurut Zulkifli, keunikan Aceh itu sebetulnya bisa sejak awal sudah teridentifikasi, sehingga destinasi yang ada di Aceh ini bisa dipromosikan baik untuk wisatawan nusantara maupun mancanegara.

"Maka ini yang harus dilakukan oleh Pemerintah Aceh supaya nantinya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) di Provinsi Aceh. Artinya, objek wisata itu tidak hanya berkembang seperti di Sabang dan Banda Aceh saja. Oleh sebab itu diperlukan peran dari setiap pemerintah kabupaten/kota, atau melalui Dinas Pariwisata di Aceh harus fokus untuk pengembangan pariwisata dimaksud, supaya bisa tersebarluaskan dalam kemajuan suatu daerah," ujar Zulkifli Harahap.

Artinya, kata Zulkifli, seperti apa penggarapan dan percepatan pengembangan pariwisata di daerah-daerah tersebut. Apabila ini tidak dilakukan dengan serius, maka percuma saja dan tidak ada peningkatan secara signifikan. "Karena yang kita butukan adalah pariwisata itu bisa bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya," ujarnya.

"Kuncinya dalam pengembangan pariwisata itu adalah adanya aspek atraksi, aspek aksesibilitas, dan aspek amenitas. Tentunya hal tersebut harus dilakukan secara bersama-sama yaitu ada akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas dan media. Itu bagaimana merumuskan sebuah pengembangan kepariwisataan di wilayahnya," ungkap Zulkifli.

Zulkifli menyebutkan, Aceh memiliki potensi yang besar untuk wisata halal, karena Aceh dikenal dengan julukan Serambi Mekkah sehingga produk-produk wisata itulah yang nanti akan merujuk kepada pariwisata halal tersebut. "Supaya kita punya preferensi bagaimana sih akomodasi dengan konsep halal, restoran halal, transportasi halal dan seterusnya. Sehingga kita bisa mengatakan bahwa Aceh merupakan salah satu destinasi unggulan untuk wisata halal," katanya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.