13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Wali Kota Lhokseumawe Saat Penutupan ACIRAF 2018

...

  • Fazil
  • 08 November 2018 07:50 WIB

@Fazil/portalsatu.com
@Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAE - Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, secara resmi menutup penyelenggaraan Aceh International Rapai Festival (ACIRAF) 2018, di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Rabu, 7 November 2018, malam.

Sebelum acara seremonial penutupan festival rapai dan perkusi Aceh untuk dunia tersebut, diawali penampilan Sanggar Marwah Nanggroe dari SMP Arun Lhokseumawe, dengan diiringi tarian ratoh jaroe, cicem got-hot, top pade, dan juga tampil grup musik rapai Sanggar Baloh44 Sabang.

Suaidi Yahya mengatakan, ACIRAF 2018 ini diharapkan dapat menciptakan kedamaian, persatuan antarbangsa dan negara. Oleh karenanya, atas nama pemerintah pihaknya mengapresiasi kepada seluruh delegasi baik dari Malaysia, Thailand, India, dan beberapa daerah lainnya di Indonesia seperti Bengkalis, Jakarta, dan Sumatera Barat, beserta tim yang telah berpartisipasi menyelenggarakan pagelaran kegiatan tersebut.

"Semoga dalam momentum ini kita semua dapat memperkuat ikatan silaturahmi antarsesama. Untuk itu, saya atas nama pemerintah meminta maaf sebesarnya kepada para delegasi kesenian yang berhadir, apabila selama berada di Kota Lhokseumawe terdapat hal-hal yang kurang berkenan," kata Suaidi Yahya.

Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kota Lhokseumawe, Nazaruddin Zainal, menyebutkan, pihaknya berterima kasih kepada semua pihak terkait telah menyelenggarakan kegiatan ACIRAF demi mengangkat marwah Aceh khususnya Kota Lhokseumawe di mata dunia.

Nazaruddin mengakui, tentunya masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan ini, maka pihaknya ke depan akan terus membenahi dalam mengembangkan semua bentuk kesenian yang ada di daerah tersebut.

"Kita juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Parawisata RI, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, atas kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah daerah (Lhokseumawe) untuk penyelenggaraan event  tersebut," ujar Nazaruddin.

Usai seremonial penutupan ACIRAF 2018 itu, dilanjutkan dengan penampilan Tarian Seudati Sanggar Pujasera Lhokseumawe, rapai uroh beserta atraksi debus, rapai pase, serta beberapa penampilan rapai (musik tradisional) berkolaborasi dengan alat musik modern lainnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.