13 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Komitmen Risky Setelah Terpilih Sebagai Duta Wisata Aceh 2019

...

  • portalsatu.com
  • 15 September 2019 11:30 WIB

MEULABOH - Risky Abdullah Saidi telah dinobatkan sebagai Duta Wisata Aceh dalam ajang pemilihan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh pada Rabu (11/09), kemarin. 

Ajang pemilihan Duta Wisata Aceh yang dilaksanakan setiap tahun sekali, salah satunya bertujuan mengajak generasi muda untuk memiliki kepedulian pembangunan pariwisata Indonesia secara umum. 

Risky maju ke ajang duta wisata dengan niat mengajak generasi muda Aceh untuk terus belajar dan mengingat sejarah dan budaya di Aceh.

"Jangan sampai budaya kita sendiri hilang karena mudahnya masuk budaya asing," ujar Risky yang mempunyai cita-cita menjadi penulis ini dan sekarang masih kuliah di Universitas Teuku Umar di fakultas tehnik sipil semester 5.

Pemuda kelahiran Meulaboh, 12 Juli 1997 itu berhasil mengharumkan nama Aceh Barat dan kampusnya di ajang bergengsi tersebut. Sosok yang aktif di sejumlah organisasi mahasiswa di Aceh Barat ini mampu dengan cekatan menjawab berbagai pertanyaan dewan juri tentang destinasi Visit Aceh 2019 hingga mengantarkannya sebagai Juara. 

Tidak hanya itu, kemenangannya menjadi sesuatu yang tidak ia sangka karena sebagai mahasiswa Teknik Sipil ia tidak memiliki latar belakang akademik yang berkaitan dengan dunia pariwisata. Namun, ia memang sangat interes terhadap isu pendidikan, lingkungan dan sosial budaya. Terakhir, ia bersama rekan lainnya terlibat dalam proses Eksplore Aceh Barat dalam rangka menaikkan nilai jual wisata setempat, khususnya.

Keikutsertaannya dalam pemilihan duta wisata ini berawal dari keinginannya untuk memperkenalkan pariwisata yang ada di daerahnya. Aceh, menurutnya, memiliki segudang potensi wisata yang masih belum dikenal baik oleh masyarakat Aceh sendiri maupun masyarakat Indonesia bahkan Internasional, dan ini akan menjadi komitmen yang akan ia pikul ke depan.

Di samping itu, menurutnya, berkat keikutsertaannya dalam kompetisi ini, ia bisa menjalin relasi dengan para duta wisata dari berbagai daerah dan mendengar cerita-cerita menarik tentang daerah mereka masing-masing.

Sebagai duta wisata Aceh, ia pun ingin mengajak pemuda-pemudi Aceh di berbagai Kabupaten/kota untuk turut mengambil bagian sebagai duta wisata dengan caranya masing-masing, dengan memanfaatkan setiap media yang ada saat ini.

“Tidak perlu selempang atau gelar untuk menjadi seorang duta wisata. Kita masing-masing bisa mempromosikan potensi wisata yang ada di daerah kita sendiri, apalagi media untuk mengakses ide, info dan opini kita sangat terbuka lebar,” kata Risky, buah hati dari pasangan Almarhum Mukharuddin dan Nursimah, pedagang di Desa Ujong Kalak, Meulaboh.

Meski dalam waktu dekat ia sudah harus memulai tugasnya sebagai duta wisata, mahasiswa semester 5 ini tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa di UTU. Karena itu, ia juga berkomitmen untuk tetap menjalankan studinya dengan sebaik mungkin.

“Sebagai Duta Wisata saya harus mengikuti banyak aktivitas di Banda Aceh, tapi saya memilih untuk tetap tinggal di Meulaboh agar bisa tetap kuliah, dan baru ke luar kota jika ada aktivitas yang harus saya ikuti,” ujarnya.

Di tengah upayanya untuk menyeimbangkan kedua hal tersebut, ia berharap dapat menjadi ikon bagi pemuda-pemudi Aceh yang peduli dan bangga terhadap pariwisata Aceh, agar jumlah wisatawan domestik dan mancanegara di tahun mendatang bisa terus meningkat berkunjung ke Aceh.[]

Kriman Taufik Sentana. Sumber, Risky dan Aduwina, Meulaboh

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.