28 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Hari Museum Indonesia
Museum Islam Samudra Pasai Gelar Kegiatan BBM, Ini Tujuannya

...

  • PORTALSATU
  • 12 October 2020 15:40 WIB

Foto: dok. Museum samudra Islam Samudra Pasai
Foto: dok. Museum samudra Islam Samudra Pasai

LHOKSUKON - Museum Islam Samudra Pasai di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, mulai menggelar kegiatan Belajar Bersama Museum (BBM), bertepatan dengan Hari Museum Indonesia, 12 Oktober. Direncanakan kegiatan BBM untuk murid TK, SD dan SMP di Aceh Utara dilaksanakan 40 kali dalam tahun 2020 ini.

Kegiatan BBM pertama, Senin, 12 Oktober 2020, diikuti sekitar 40 murid TK Negeri Pembina Lhoksukon, ditemani lima gurunya. Mereka dipandu 10 orang pengelola Museum Islam Samudra Pasai, termasuk edukator dari Center for Information of Samudra Pasai Heritage (Cisah), dan Duta Museum tersebut.

“Selama ini museum kita tutup karena pandemi Covid-19. Hari ini, bertepatan Hari Museum Indonesia, 12 Oktober, pembukaan pertama kegiatan belajar bersama di museum. Kita mulai buka museum ini khusus untuk kegiatan belajar bersama. Sedangkan untuk (kunjungan) umum belum kita buka,” ujar Kepala Museum Islam Samudra Pasai, Nurliana NA., melalui telepon seluler, Senin usai siang.

Menurut Nurliana, tujuan kegiatan BBM itu agar anak-anak sekolah lebih mengenal museum dan koleksinya. Namun, kata dia, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, memakai masker dan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer. “Kita jarangkan duduknya (jaga jarak). Dan bagi (murid) yang sakit tidak saya izinkan hadir ke museum,” ucapnya.

Nurliana menjelaskan, kegiatan BBM untuk anak-anak TK Negeri Pembina Lhoksukon diawali dengan simak koleksi Museum Islam Samudra Pasai. Mereka antara lain diberikan pengetahuan tentang mata uang kuno terbuat dari emas disebut dirham. Selesai simak koleksi, anak-anak TK tersebut diajak ke aula di lantai dua museum. Mereka diberikan gambar koleksi museum yang tidak berwarna.

Gambar-gambar itu tentang numismatika yaitu mata uang, alat musik gendang Aceh Rapai Pase, dan etnografika (enografi) berupa alat-alat dapur masa silam. Puluhan anak TK itu dibagi dalam beberapa kelompok. Hasil mewarnai gambar koleksi museum kemudian ditempel pada karton, dilengkapi nama-nama anggota kelompok.

“Jadi, mereka mewarnai, dan kita fasilitasi peralatan. Dengan mewarnai, mereka akan merekam gambar koleksi museum itu. Ini salah satu olah pikir untuk penguatan karakter mereka. Kemudian hasil karya mereka, kita minta dibawa pulang untuk ditempel di TK-nya, sehingga kawan-kawannya yang tidak hadir, bisa ikut melihat nantinya,” tutur Nurliana yang juga Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara.

Nurliana menambahkan, pihaknya berencana menggelar kegiatan BBM sampai 40 kali dalam tahun ini. “Untuk anak-anak TK empat kali dari TK berbeda, selebihnya SD dan SMP. Sedangkan SMA dan perguruan tinggi tidak mendaftar BBM ini saat dibuka pendaftaran, sehingga jika datang ke museum, mereka tidak bisa kita terima lagi dalam program ini,” ucapnya.

Kegiatan BBM kedua direncanakan diadakan pada 17 Oktober 2020 untuk anak SD.[](*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.