13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

ACIRAF di Lhokseumawe
Peserta Aceh International Rapai Festival Kunjungi Objek Wisata, Ini Kata Cikgu Fendi

...

  • Fazil
  • 04 November 2018 20:30 WIB

@Fazil/portalsatu.com
@Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Para penabuh rapai dan perkusi lainnya asal Malaysia, India, Thailand, dan Indonesia, yang akan mengikuti Aceh International Rapa'i Festival (ACIRAF) 2018, tiba di Kota Lhokseumawe, Minggu, 4 November 2018. Mereka dipastikan tampil dalam pembukaan ACIRAF, di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Senin, 5 November 2018, malam. ACIRAF tersebut berlangsung sejak 4 hingga 7 November 2018.

Panitia ACIRAF membawa ratusan peserta dari mancanegara dan dalam negeri tersebut ke sejumlah objek wisata seperti Bukit Goa Jepang, Pantai Ujong Blang, Waduk Jeulikat, dan tempat produksi rapai di Lhokseumawe.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Lhokseumawe, Zulkifli, S.Ag., M.Pd., mengatakan, sejumlah peserta dari Malaysia, India, Thailand, dan Indonesia seperti Bengkalis, Padang, Jakarta, sudah tiba dan mereka mengikuti field trip sebelum dimulai acara puncak.

"Field trip ini kita gagas supaya mereka dapat mengenal beberapa objek wisata di Kota Lhokseumawe. Artinya, kita memperkenalkan kepada mereka untuk bisa mengenal lebih dekat bagaimana suasana dan kearifan lokal di daerah kita ini. Jadi, selain mereka mengikuti ACIRAF, juga berkesempatan melihat panorama alam di kota ini," kata Zulkifli kepada portalsatu.com saat mendampingi para peserta tersebut.

Menurut Zulkifli, persiapan acara pembukaan besok (Senin malam) sudah rampung sekitar 80 persen. Pembukaan ACIRAF dijadwalkan dibuka oleh perwakilan Kementerian Pariwisata RI. "Sampai saat ini kita terus berkoordinasi berkenaan itu, siapa yang akan membuka acara tersebut," ujarnya.

Zulkifli menambahkan, para peserta pun mengapresiasi panitia seperti Dewan Kesenian Aceh (DKA), Disporapar, dan Disbudpar Aceh, yang sudah mempercayakan Lhokseumawe menjadi tuan rumah ACIRAF.

Sementara itu, Wakil Dendang Anak Malaysia, Cikgu Fendi, menyebutkan, pihaknya sudah membuat persiapan awal untuk ACIRAF 2018 tersebut. Dengan adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan kemajuan dan potensi daerah Lhokseumawe.

"Menurut saya semakin banyaknya para wisatawan baik dari luar maupun dalam negeri yang berkunjung ke setiap daerah, tentu akan mendapat pendapatan secara ekonomi bagi sebuah negara atau daerah," ungkap Cikgu Fendi.

Oleh karena itu, kata Cikgu Fendi, dengan adanya kegiatan ini diharapkan Indonesia dan Aceh khususnya terus maju ke masa hadapan yang lebih baik, dan terus digalakkan event besar lainnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.