18 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Resmikan Museum Islam Samudra Pasai, Ini Kata Bupati

...

  • Fazil
  • 09 July 2019 14:00 WIB

Foto Fazil
Foto Fazil

ACEH UTARA - Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad, meresmikan Museum Islam Samudra Pasai di Gampong Beringen, Kecamatan Samudera, Selasa, 9 Juli 2019. 

Peresmian museum itu dengan prosesi gunting pita yang dilakukan Cek Mad, didampingi Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf (Sidom Peng), Sekda Abdul Aziz, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Saifullah.

"Dengan peresmian museum ini kami mengharapkan kepada dinas terkait (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk ke depan infrastruktur jalan menuju Museum Islam Samudra Pasai perlu dibenahi, supaya ketika ada tamu dari luar untuk mengunjungi museum bisa dilalui dengan nyaman. Saya harapkan kepada dinas terkait agar jalan menuju ke situs sejarah ini bisa terbuka lebar dengan dilakukan pengaspalan jalan nantinya," kata Cek Mad dalam sambutannya.

Menurut Cek Mad, situs sejarah itu bukan milik pemerintah atau suatu kelompok, tapi milik bangsa. "Karena majunya bangsa ini dengan adanya budaya atau sejarah-sejarah. Oleh karena itu harus dilestarikan secara bersama-sama".

"Bagaimana caranya ke depan, ketika ada tamu dari luar daerah yang hendak mengunjungi museum ini bisa terlayani dengan bagus. Karena banyak tamu atau wisatawan untuk melihat situs sejarah Samudra Pasai, maka dengan disediakan fasilitas sesuai keperluan tentunya museum ini akan banyak warga yang ingin berkunjung," ujar Cek Mad.

Cek Mad menanbahkan, perawatan untuk Museum Samudra Pasai itu harus dilakukan secara maksimal. "Jangankan orang lain, kita sendiri tidak pernah menghargai apa arti situs sejarah ini. Maka sebelum kita membuka akses jalan dan lainnya untuk umum, perlu dilakukan pengaturan tata kelola secara terstruktur dengan baik supaya lebih terarah," ungkapnya.

Peresmian Museum Samudra Pasai tersebut juga dihadiri pihak Center of Information for Samudra PasaiHeritage (Cisah), Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa), perwakilan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Jakarta, unsur Forkopimda, mahasiswa, serta sejumlah tokoh masyarakat.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.