24 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Suka Seafood? Anda Mungkin Menelan Hingga 11.000 Mikroplastik

...

  • NATIONAL GEOGRAPHIC
  • 02 January 2019 21:00 WIB

UDANG, kepiting, kerang, cumi, dan hewan laut lainnya menjadi makanan favorit bagi para pencinta seafood. Selain karena rasanya, makanan golongan ini juga dikenal sebagai sumber gizi baik bagi tubuh.

Bagi Anda yang memang gemar mengonsumsi seafood, sebuah fakta berikut mungkin akan mengecewakan Anda. Bagaimana bila seafood dapat mengancam kesehatan selain karena dampak kolesterol dan darah tinggi?

Pemakan (rutin) seafood diperkirakan mengonsumsi hingga 11.000 mikroplastik setiap tahunnya. Lebih dari 99 persen mikroplastik yang tertelan memang terbuang melalui kotoran, tetapi sisanya akan terperangkap dalam jaringan tubuh.

Fakta mengerikan ini didapat dari penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan University of Ghent di Belgia. Pemimpin penelitian, Dr. Colin Jansssen mengatakan bahwa keberadaan partikel plastik dalam tubuh merupakan masalah serius.

Mikroplastik yang terakumulasi dalam tubuh dapat menimbulkan risiko kesehatan dalam jangka panjang.

“Kemana mereka pergi? Apakah mereka diserap oleh jaringan dan dilupakan oleh tubuh, atau menyebabkan inflamasi atau hal-hal lain? Atau, apakah senyawa kimia yang terkandung dalam plastik ini luruh dan menyebabkan keracunan?” tanya Dr. Colin.

Bukan kerang, kepiting, atau hewan laut lainnya lah yang menjadi penyebab permasalahan ini. Melainkan kita, manusia. Sampah yang kita hasilkan mencemari lautan dan termakan oleh hewan laut.

Kerang yang hidup dengan menyaring 20 liter air laut setiap harinya, tentu bisa saja menelan mikroplastik tanpa disengaja. Rata-rata, seekor kerang laut mengandung satu partikel plastik dalam jaringan tubuhnya. Seiring meningkatnya plastik di lautan, jumlah itu akan terus bertambah.

 

Saat ini, terdapat lebih dari 5 triliun partikel plastik di lautan dunia. Jumlahnya setara dengan satu truk penuh sampah pastik yang dibuang ke laut setiap menitnya.


Pada tahun 2050 mendatang, ilmuwan memperkirakan jumlah tersebut akan mengalami peningkatan menjadi empat truk tiap menit. Plastik di lautan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk bisa terurai menjadi partikel-partikel kecil.

Ironinya, banyak ilmuwan meyakini bahwa partikel plastik ini tidak akan pernah benar-benar menghilang.

Jika tren tersebut terus berlanjut, di akhir abad ini orang-orang yang rutin mengkonsumsi seafood bisa saja menelan 780.000 partikel plastik tiap tahun Dengan jumlah tersebut, sekitar 4.000 di antaranya tetap berada di saluran cerna.

“Generasi selanjutnya mungkin akan mengatakan, ‘mereka (kita) mewariskan kita sampah plastik, dan sekarang kami menderita akibat warisan tersebut’,” pungkas Dr. Colin.[] Sumber:nationalgeographic

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.